Aparat Keamanan Intimidasi Nelayan Kupang

Ratusan nelayan di Kota Kupang mengeluhkan pungutan liar dan intimidasi yang dilakukan TNI Angkatan Laut, Polair dan Syahbandar. Keluhan ini disampaikan kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Setya Novanto.

NUSANTARA

Rabu, 26 Jun 2013 11:21 WIB

Author

Silver Sega

Aparat Keamanan Intimidasi Nelayan Kupang

nelayan, kupang, intimidasi

KBR68H, Kupang - Ratusan nelayan di Kota Kupang mengeluhkan pungutan liar dan intimidasi yang dilakukan TNI Angkatan Laut, Polair dan Syahbandar. Keluhan ini disampaikan kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Setya Novanto.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia HNSI Kota Kupang, Maksi Ndun mengatakan, pungli itu dilakukan aparat keamanan saat nelayan melaut.

"Baik itu dari angkatan laut dan kami sudah berkoordinasi dan mereka punya mil adalah di ZEE. Mudah-mudahan itu adalah kata yang benar. Yang kami masih rasa terganggu adalah Polair. Kami minta maaf oleh aparat di sini, saya harus berkata jujur. Mereka tidak tahu mereka punya mil pemeriksaan untuk nelayan tangkap itu di mil berapa, berapa mil dari bibir pantai atau tidak jelaslah. Yang saya heran adalah yang memberi izin kepada nelayan adalah Dinas Perikanan Kota, Kabupaten dan provinsi tetapi yang periksa perizinan adalah Polair,” kata Maksi.

Sementara itu, Anggota DPR Setya Novanto meminta nelayan segera menyampaikan keluhan dan pungli tersebut secara tertulis. Dia berjanji segera menyampaikan keluhan tersebut kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur, Kapolda, Komandan Angkatan Laut dan Kepala Syahbandar. Dia juga akan menyampaikan hal itu ke Pemerintah Pusat.

Editor: Antonius Eko

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri