Bagikan:

Ribuan Ternak Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku Ini Antisipasi Pemerintah

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan Menteri Pertanian untuk mengunci wilayah agar wabah PMK tidak meluas.

NUSANTARA

Rabu, 11 Mei 2022 14:46 WIB

Ribuan Ternak Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku Ini Antisipasi Pemerintah

peternak menunggu sapi yang akan di jual di pasar Ngawi, Jawa Timur. FOTO: Antara


KBR, Jombang-Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang 1.600an ternak di Jawa Timur membuat pemerintah daerah kewalahan. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bahkan meminta dua universitas turut membantu pengobatan ternak. Selain itu pemerintah juga telah mendatangkan banyak obat-obatan seperti Analgesic, antibiotik dan vitamin. Obat-obatan itu telah disalurkan kepada kelompok peternak terutama daerah yang terdampak.

"Jadi sekarang harus lebih masif. Saya juga minta dari Tim FKH Unair, kita sudah ketemu dua kali dengan Dekan FKH Unair, tadi malam juga Dekan FKH Brawijaya sama-sama bisa mengirim tim untuk turun melakukan pendampingan dan pelaksanaan proses pengobatan," ujar Khofifah, saat melakukan kunjungan kerja ke Jombang Selasa (10/05/2022).

Pemerintah Jawa Timur mencatat ada empat kabupaten yang terserang wabah PMK yakni Gresik, Lamongan, Sidoarjo dan Mojokerto. Gresik merupakan Kabupaten terparah yang dijangkiti wabah. Dari jumlah sapi yang teridentifikasi sebanyak 959 ekor, 725 diantaranya terjangkit dan 13 lainnya mati.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan Menteri Pertanian untuk mengunci wilayah agar wabah PMK tidak meluas. Merespon instruksi tersebut, Badan Karantina Pertanian Kementan menerbitkan Surat Edaran Kepala Badan Karantina Pertanian, Nomor 12950/KR.120/K/05/2022 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Kejadian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Badan Karantina Pertanian Bambang menginstruksikan, unit pelaksana teknis (UPT) karantina pertanian di seluruh wilayah Indonesia agar meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas ternak, untuk mencegah masuk dan menyebarnya PMK ke seluruh wilayah Indonesia.

“Langkah pencegahan pertama adalah untuk tidak memberikan sertifikasi pada pengeluaran dan transit media pembawa virus PMK, yakni sapi, kerbau, kambing, domba, babi, ruminansia lainnya, dan hewan rentan lainnya, serta daging, kulit mentah, produk susu, semen, dan embrio dari hewan-hewan tersebut yang berasal dari Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Mojokerto, serta daerah lain yang terindikasi terdapat kasus penyakit PMK,” ujar Bambang keterangan resminya, Selasa (10/5/2022).

Kendati demikian, Bambang menjelaskan wabah PMK tidak menular pada manusia, bahkan hewan ternak yang terjangkit namun tidak parah tetap bisa dikonsumsi, dengan memastikan proses pemasakan yang matang.

Baca juga:

 Jokowi: Segera Atasi Penyakit Kuku dan Mulut Hewan Ternak

Editor: Dwi Reinjani

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Season 5 - Eps. 9 Gunn & Hans