Bagikan:

Pelaku Pembakaran Puluhan Rumah di Papua Terorganisasi

Hingga kini polisi masih mendalami kelompok pelaku pembakaran.

NUSANTARA

Rabu, 25 Mei 2022 14:15 WIB

Pelaku Pembakaran Puluhan Rumah di Papua Terorganisasi

Ilustrasi. Pembakaran rumah warga diduga dilakukan kelompok bersenjata di Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (20/2/2022). (Foto: ANTARA/HO/Humas Damai Cartenz)

KBR, Jayapura- Kepolisian menyebut pelaku pembakaran puluhan rumah warga di Kabupaten Dogiyai, Papua, terorganisasi. Menurut data terbaru kepolisian, jumlah rumah warga yang dibakar di Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai sebanyak 30 unit. Peristiwa itu terjadi pada Minggu malam, 22 Mei 2022.

Juru bicara Polda Papua, Ahmad Mustofa Kamal mengatakan aksi pembakaran itu diduga telah terencana dan terorganisasi. Katanya, hingga kini polisi masih mendalami kelompok pelaku pembakaran. Sebab, ada berbagai isu yang berkembang di masyarakat berkaitan dengan peristiwa tersebut.

"Ini tidak mungkin dilakukan sendiri, ini ada terorganisasi oleh kelompok yang menginginkan Dogiyai tidak kondusif. Memang ada beberapa isu yang sedang kita dalami terkait dengan proses pembakaran, namun, kita tidak konsentrasi pada itu saja," kata Ahmad Mustofa Kamal, Rabu, (25/5/2022).

Baca juga:

- Warga Puncak Papua Tewas saat Duduk di Depan Rumah

      Juru bicara Polda Papua, Ahmad Mustofa Kamal mengaku telah membentuk beberapa tim, untuk melakukan penyelidikan. Sejumlah pejabat utama Polda Papua dikirim ke Dogiyai untuk membantu polres di sana mengungkap motif dan pelaku aksi.

      "Namun, ada dugaan orang atau kelompok yang ada di proses pembakaran rumah warga. Ada yang bilang KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata), ada bilang KNPB (Komite Nasional Papua Barat) dan sebagainya masih kita dalami," kata Ahmad Mustofa Kamal.

      Katanya, Polda Papua mendukung penyelidikan karena Polres Dogiyai baru dibentuk, sehingga struktur di polres belum lengkap.Setelah peristiwa itu situasi keamanan di Dogiyai telah kondusif. Warga diimbau tidak terprovokasi dan menyerahkan penanganan kasus ini kepada kepolisian.

      Editor: Sindu

      Kirim pesan ke kami

      Whatsapp
      Komentar

      KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

      Kabar Baru Jam 11

      Kabar Baru Jam 10

      Kabar Baru Jam 8

      Kabar Baru Jam 7

      Edu Talk IV YPA-MDR: Go Digital Melalui Media Ajar Interaktif