Bagikan:

Kecelakaan Maut Tewaskan 14 Orang, Sopir Bus Diduga Gunakan Narkoba

”Ada indikasi menggunakan narkoba yang menjadi penyebab utama"

NUSANTARA

Rabu, 18 Mei 2022 08:07 WIB

Petugas kepolisian mengevakuasi korban kecelakaan bus Ardyansyah  di Tol Surabaya-Mojokerto, Senin (

Petugas kepolisian mengevakuasi korban kecelakaan bus Ardyansyah di Tol Surabaya-Mojokerto, Senin (16/5/22). (Antara)

KBR, Surabaya-  Ditlantas Polda Jatim menemukan bukti sopir bus PO Ardiansyah yang mengalami kecelakaan di KM 712.400 Tol Surabaya-Mojokerto diduga menggunakan narkoba.

Direktur  Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim Latief Usman menyatakan, hasil itu diketahui setelah polisi melakukan tes urin kepada sopir bus bernama Ade Firmansyah.

”Ada indikasi menggunakan narkoba yang menjadi penyebab utama (kecelakaan),” katanya pada Selasa (17/5/2022).

Dia menjelaskan, selain memeriksa sopir, Kepolisian juga akan melakukan uji kelaikan bus yang digunakan untuk rekreasi tersebut. Menurut dia, polda  akan bekerjasama dengan Dishub Jatim untuk mengetahui uji KIR bus yang mengalami kecelakaan itu.

Dari hasil olah TKP, kata dia, diketahui bus yang menabrak tiang reklame tersebut dalam kecepatan tinggi. Setelah menabrak, bus langsung terguling dan hancur menyebabkan 14 penumpangnya tewas dan 19 mengalami luka berat dan ringan.

Sejauh ini, polisi belum menemukan adanya  kelebihan kapasitas, dari bus yang memuat 34 penumpang itu.

Baca juga:


Bus Ardiansyah bernopol S 7322 UW terguling di KM 712 Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), setelah menabrak Variable Message Sign (VMS) pada Senin (16/5) pagi.  

Bus pariwisata itu ditumpangi oleh rombongan warga kelurahan Benowo, kecamatan Paka, Surabaya. Kecelakaan maut terjadi saat mereka dalam perjalanan  pulang dari berwisata ke pegunungan Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.  

 

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Komunitas Biboki Lestarikan Tenun Ikat Tradisional

Living Law, Apa Dampaknya Jika Masuk dalam RKUHP?

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending