Bagikan:

Cegah Penyebaran Hepatitis, Santri Pondok Pesantren Diminta Tak Makan Bersama.

Meski telah masuk 100 persen, seluruh sekolah tingkat SD dan SMP di Banyuwangi masih belum mengizinkan kantin sekolah buka

NUSANTARA

Selasa, 17 Mei 2022 14:38 WIB

Cegah Penyebaran Hepatitis, Santri Pondok Pesantren Diminta Tak Makan Bersama.

Para santri Pondok Pesantren Assalafi, Surabaya, Jawa Timur bersiap untuk mudik lebaran. (18/04/22). FOTO:Antara

KBR, Banyuwangi- Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, meminta seluruh pondok pesantren tidak menerapkan makan bersama dalam satu nampan seperti yang biasa dilakukan para santri.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat mengatakan, Hal ini untuk mencegah potensi penyebaran penyakit hepatitis akut, yang terjadi di beberapa wilayah di Jawa Timur. Selain makan Bersama, pondok pesantren juga didorong menyediakan fasilitas air mengalir untuk para santri mandi.

“Ini kita komunikasi juga dengan Dinas Pendidikan dan juga Kemenag untuk sekolah- sekolah di bawah Kemenag pondok pesantren untuk ditingkatkan pencegahanya. Yang ditularkan secara langsung dari makanan, dari minuman maka kita harapkan dan kita imbau untuk meningkatkan PHBS. Makan dan minum yang higienis, air yang matang, terus tidak menggunakan alat makan Bersama,”ujar Amir Hidayat hari ini Selasa (17/5/2022).

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menambahkan, selain di pondok pesantren Dinas Kesehatan juga menginstruksikan seluruh sekolah agar siswanya tidak membeli makan di kantin yang kurang bersih. Apalagi saat ini pembelajaran tatap muka 100 persen sudah dilaksanakan. Kendati demikian menurut Amir, hingga kini belum terdeteksi adanya penularan hepatitis Akut di Banyuwangi. Namun antisipasi akan tetap dilakukan sejak dini.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno mengatakan, pihaknya siap melaksanakan instruksi dari Dinas Kesehatan untuk antisipasi penyakit hepatitis. Kata Suratno, meski telah masuk 100 persen, seluruh sekolah tingkat SD dan SMP di Banyuwangi masih belum mengizinkan kantin sekolah buka. Hal itu untuk mengantisipasi kerumunan siswa di sekolah karena pandemi Covid-19 juga belum berakhir.

Penutupan kantin dan penerapan protokol kesehatan ketat ini sejalan dengan imbauan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan, potensi penularan Covid-19 maupun hepatitis cukup besar di kantin sekolah. Pasalnya, kerumunan, makan bersama dan saling bercengkrama akan sulit dihindari anak-anak.

“Selama ini sebenarnya kantin tidak pernah dibuka selama PTM. Tapi kebijakan baru yang terakhir di surat edaran itu membuka kantin. Ini yang kemudian perlu kita waspadai. Karena sebenarnya penularan (hepatitis) kan dari dua hal kalau diumumkan oleh Kemenkes, dari saluran pencernaan dan saluran pernapasan. Kalau dari saluran pencernaan berartikan apa yang dimakan,” kata Retno kepada KBR, Kamis (12/5/2022).

Baca juga:

Khawatir Corona dan Hepatitis, KPAI Minta Kantin Sekolah Tutup Saat PTM

Hepatitis Akut, Pemerintah Jangan Tunggu Banyak Korban

Editor: Dwi Reinjani

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?