covid-19

Ratusan Pemudik Masuk Jateng, Ganjar Minta Pemda Awasi Hingga RT/RW

"Ini ada dua catatan yang masuk di aplikasi Jogo Tonggo baru 6-8 persen yang melaporkan dan angkanya sekitar 10 ribuan yang masuk. Tapi kalau dari Dishub kita lihat Ada 632 ribuan,"

BERITA | NUSANTARA

Senin, 10 Mei 2021 08:55 WIB

Author

Anindya Putri

Ratusan  Pemudik Masuk Jateng, Ganjar Minta Pemda Awasi Hingga  RT/RW

H-3 Idulfitri, Pemudik sepeda motor memadati jalur pantura Karawang, Jawa Barat, Senin (10/5/2021). (Antara/Ibnu Chazar)

KBR, Semarang- Gubernur Jawa Trngah, Ganjar Pranowo meminta pemerintah kabupaten/kota untuk mengawasi para pemudik yang nekat pulang di tingkat Desa/Kelurahan.

Ia mengungkapkan, pengawasan pemudik bisa dilakukan dengan cara melaporkan melalui aplikasi Jogo Tonggo untuk mengantisapi kebocoran pemudik.

"Ini ada dua catatan yang masuk di aplikasi Jogo Tonggo baru 6-8 persen yang melaporkan dan angkanya sekitar 10 ribuan yang masuk. Tapi kalau dari Dishub kita lihat Ada 632 ribuan, jadi kalau kita lihat dari asumsi angkutan yang masuk. Sedangkan dari catatan tahun kemarin bisa sampai 1 jutaan maka saya sudah memperkirakan yang masuk ke Jateng segitu dan saya minta pengetesan dari level paling bawah," Ungkap Ganjar, Minggu (09/05/21).

Menurut Ganjar, Ia memperkirakan jumlah pemudik yang nekat pulang akan sama seperti tahun lalu yakni kurang lebih satu juta orang masuk ke Jawa Tengah ketika mudik lebaran.

"Kurang lebih tahun lalu ada sekitar satu juta orang masuk ke Jateng,"Jelasnya.

Ia menegaskan, kepada Bupati/ Walikota untuk menggerakan tingkat bawah seperti RT/RW melalui program Jogo Tonggo. Untuk melalukan pengecekan kepada pemudik yang nekat masuk di wilayahnya dan proaktif untuk melaporkan.

"Tolong dicek betul jika ada warga luar yang masuk," pungkasnya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona