Perbatasan Cilacap Nyaris Nihil Pemudik di Hari Pertama Larangan Mudik

Rata-rata adalah pelintas lokal.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 07 Mei 2021 14:45 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Perbatasan Cilacap Nyaris Nihil Pemudik di Hari Pertama Larangan Mudik

Ilustrasi antrean pemudik di SPBU Gempol Sari, Subang, Jawa Barat, (2/7/2016). Foto: ANTARA

KBR, Banyumas- Tim gabungan posko pemantauan mudik di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah mengklaim belum menemukan pemudik pada hari pertama larangan mudik, 6 Mei 2021. 

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap, Tulus Wibowo mengatakan penyekatan dilakukan di lima titik perbatasan, yakni dua titik perbatasan provinsi Jateng dengan Jabar, dua titik antarkabupaten, dan satu titik jalur transportasi laut atau sungai. 

Penyekatan dilakukan mulai Kamis dinihari pukul 00.00 WIB, tepat saat berlakunya larangan mudik 6 Mei 2021. Kata dia, dalam penyekatan ini tim gabungan fokus kepada kendaraan pribadi, angkutan dan sepeda motor.

“Melakukan kegiatan di lima titik. Mulai dari Jetis, Sampang, Mergo, sama Patimuan, dan yang satu, yang lintas sungai, di Sleko. Yang Sleko, rata-rata itu adalah pelintas lokal. Kalau yang Sampang, itu memang kendaraan umum yang digunakan tidak ada stiker Kementerian Perhubungan, itu tidak boleh melintas,” kata Tulus Wibowo, Kamis (6/5/2021).

Tulus Wibowo mengklaim nihilnya pemudik di perbatasan Cilacap dari arah barat diduga karena tiap kabupaten dan kota di Jawa Barat juga melakukan penyekatan. Dengan begitu, pemudik dari arah Jakarta dan kota-kota besar lain di sisi barat sudah diputar balik.

Dia mengakui, tim gabungan juga menemukan bus beroperasi, namun sudah mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan. Sedangkan para penumpangnya sudah mengantongi keterangan sehat dan bebas Covid-19 serta memiliki surat jalan tugas.

Sebelumnya, pemerintah memberlakukan larangan mudik bagi masyarakat terhitung 6-17 Mei 2021. Saat kebijakan itu diberlakukan, seluruh moda transportasi dilarang beroperasi, kecuali dengan syarat tertentu. Larangan itu diberlakukan karena kasus pandemi Covid-19 di tanah air masih belum selesai. 

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Mencari Solusi Krisis Pengelolaan Sampah di Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Inspirasi Bisnis dari Aerostreet

Kian Merebak Covid Varian Delta