covid-19

Klaster Musala di Banyumas, 33 Orang Dikarantina

Klaster tersebut muncul usai dilakukan tes swab terhadap salah satu warga yang juga jemaah musala.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 06 Mei 2021 11:18 WIB

Klaster Musala di Banyumas, 33 Orang Dikarantina

Ilustrasi petugas medis sedang mengambil sampel lendir saat tes swab. Foto: ANTARA

KBR, Banyumas– Klaster musala kembali muncul di Banyumas, Jawa Tengah. Kali ini terjadi di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyuumas.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyumas, Nur Akhsin Aedy mengatakan berdasar informasi yang diperolehnya dari Satgas Covid-19, klaster tersebut muncul usai dilakukan tes swab terhadap salah satu warga yang juga jemaah musala.

Dari hasil tes diketahui seorang warga tersebut positif. Kemudian, pelacakan dilakukan ke jemaah musala dan yang terlibat kontak erat pada akhir April dan awal Mei. Pada 4 Mei 2021 hasil swab keluar dan 33 orang positif. Puluhan orang tersebut dievakuasi ke fasilitas karantina di Baturaden.

“Jadi memang, sebelum kejadian di beberapa musala, seperti di Pekaja, Tanggeran, Kecamatan Somagede, terus juga (Karangcegak) Kecamatan Sumbang, itu sebenarnya, kami Kemenag dan pemerintah daerah sudah melakukan antisipasi jika hal seperti itu terjadi. Sehingga kami preventiflah. Satu kami selalu koordinasi dengan pemerintah daerah. Yang kedua, kami kan juga punya penyuluh, PNS non-PNS yang tersebar di seluruh kecamatan,” kata Nur Akhsin Aedy Fananie kepada KBR, Rabu (5/5/2021).

Kegiatan di Rumah Ibadah Dihentikan 

Nur Akhsin Aedy Fananie menjelaskan sebelum terjadi klaster musala di Karangcegak, puluhan orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Pekaja, Kecamatan Kalibagor, dan Kecamatan Somagede. Total mencapai 51 orang dan masih mungkin bertambah karena pengetesan dan pelacakan masih dilakukan.

Di beberapa wilayah tersebut, untuk sementara waktu warga menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sedangkan rumah ibadah sementara waktu dikosongkan tanpa kegiatan.

Dia mengklaim, sebelum munculnya klaster tempat ibadah seperti musala dan masjid, Kemenag tak henti melakukan sosialisasi pentingnya menjalankan protokol kesehatan di tempat ibadah. Kini, sosialisasi akan ditingkatkan dan disertai dengan tindakan.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona