covid-19

Jelang Lebaran, Pemudik Ramai Gunakan Jalur Tikus Pati-Rembang

Salah satunya jalan alternatif penghubung antara Kabupaten Pati dan Rembang, yang melintasi kawasan perkampungan Jaken–Sumber.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 11 Mei 2021 09:07 WIB

Jelang Lebaran, Pemudik Ramai Gunakan Jalur Tikus Pati-Rembang

Mobil pemudik melintas di Ds. Sekarsari, Kec. Sumber, Kab. Rembang yang berbatasan dengan Ds. Srikaton, Kec. Jaken, Pati, Selasa (11/5). Foto: M. Ridlo/KBR

KBR, Rembang- Sejumlah pemudik yang akan ke Rembang, Jawa Tengah menggunakan jalur tikus untuk menghindari penyekatan jalan yang dilakukan aparat gabungan.

Salah satunya jalan alternatif penghubung antara Kabupaten Pati dan Rembang, yang melintasi kawasan perkampungan Jaken–Sumber.

Di Pertigaan Jaken–Pati arah Rembang, lalu lalang kendaraan berpelat luar daerah, termasuk dari Jabodetabek intensitasnya meningkat dibandingkan hari-hari biasa.

Seorang warga, Rahmat Hartono mengatakan pemudik yang ingin menghindari penyekatan kendaraan di jalur Pantura, biasanya memilih akses jalan Jaken–Srikaton–Sumber. Menurutnya, jalan tersebut relatif lebih sepi.

Selain menuju Rembang, pemudik yang ingin ke wilayah Blora juga bisa memanfaatkan jalur tersebut

"Kalau menjelang Lebaran ramai. Musim pandemi gini di kala ada larangan mudik, banyak yang pilih jalur alternatif sini. Termasuk jalan pintas lebih pendek, tapi masuk-masuk kampung memang," ujarnya, Selasa (11/05).

Pemudik yang Lolos Ditangani Kepala Desa

Sementara itu di Pos Pengamanan Lebaran jalur Pantura Kaliori, yang menjadi perbatasan wilayah Kabupaten Rembang dan Pati, petugas tidak setiap saat menggelar penyekatan kendaraan. Namun, dilakukan secara acak pada jam-jam tertentu.

Kapolsek Kaliori, Rohmat menyatakan jika pemudik bisa lolos sampai kampung halaman, maka pengawasan diserahkan kepada pihak desa melalui program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

"Apabila ada warganya mudik, desa diminta untuk mendata dan melaporkan. Termasuk kalau menghindari penyekatan kendaraan. Misal mau ke Blora, di Bulu–Rembang juga ada pos penyekatan. Lolos di sini, belum tentu lolos di sana," paparnya.

Banyaknya jalur tikus yang memungkinkan dilalui di Rembang, membuat iring-iringan kendaraan berpelat nomor Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya maupun Yogyakarta, mudah ditemui di Kota Rembang. Diduga kuat mereka adalah pemudik yang sudah tiba di Rembang.

Kasus Covid-19 Bertambah Usai Lebaran

Sebelumnya, pemerintah melarang mudik Lebaran 2021 mulai 6-17 Mei 2021. Larangan diberlakukan karena pandemi Covid-19 di tanah air masih belum selesai. Semua moda transportasi dilarang beroperasi pada tanggal tersebut, kecuali dengan syarat tertentu.

Namun, sebagian masyarakat masih nekat mudik saat larangan diberlakukan. Hal ini dikhawatirkan dapat meningkatkan angka penularan virus korona karena mobilitas masyarakat. Sebab, usai libur Lebaran tahun lalu, kasus Covid-19 meningkat hingga lebih dari 90 persen.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona