Idulfitri di Kamp Pengungsian Rohingya di Lhokseumawe

Mereka terdiri dari dari 8 Laki-laki, 3 perempuan, 3 Anak dan satu bayi. 

BERITA | NUSANTARA

Senin, 17 Mei 2021 11:07 WIB

Author

Erwin Jalaludin

Idulfitri di Kamp Pengungsian Rohingya di Lhokseumawe

Imigran Rohingnya merayakan Idulfitri di Kamp Pengungsian Kota Lhokseumawe, Aceh, Minggu (16/5). Foto: KBR/Erwin Jalaludin

KBR, Lhokseumawe- Imigran asal Rohingnya, Myanmar, merayakan Idulfitri di kamp pengungsian di Kota Lhokseumawe, Aceh, Minggu, 16 Mei 2021.

Mereka merayakannya dengan menyantap beraneka menu makanan dan menggelar sejumlah permainan di halaman kamp. Sebelumnya, mereka juga telah melaksanakan salat Idulfitri di masjid setempat.

Tim Edukasi Divisi Psikososial Yayasan Geutanyoe, Dhea Nada mengatakan pihaknya bersama beberapa lembaga terkait seperti United Nations High Commissioners for Refugees (UNHCR) membantu menyediakan pakaian bagi pengungsi untuk menyambut lebaran. Menurutnya, para imigran senang menikmati Lebaran kali ini.

"Misalkan, ada yang bertamu mereka menghidangkan juga makanan-makanan khas Rohingya, salah-satunya lurisida kayak roti jalai yang dimakan pakai daging kari. Terus ada makanan lain seperti bubur yang khas disajikan pada saat Lebaran," kata Dhea Nada menjawab KBR, Ahad (16/5).

Berdasarkan data jumlah pengungsi Rohingnya yang masih tersisa di kamp pengungsian Lhokseumawe berjumlah 15 orang. Mereka terdiri dari dari 8 Laki-laki, 3 perempuan, 3 Anak dan satu bayi.

Etnis minoritas ini mengungsi keluar dari negaranya karena serangan militer yang menyasar kawasan Rohingya, di negara bagian Rakhine, Myanmar. pada 2017. Sejumlah negara menjadi tujuan mereka, antara lain Indonesia. 

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10