Gubernur Kalbar: Nekat Mudik? Bakal Diisolasi 14 Hari!

"Apalagi pejabat di lingkungan Pemprov, tidak ada cuti-cutian. Kalau ketahuan, liat aja nanti, kalau tak nangis."

BERITA | NUSANTARA

Senin, 03 Mei 2021 19:35 WIB

Author

Edho Sinaga

Gubernur Kalbar: Nekat Mudik? Bakal Diisolasi 14 Hari!

Ilustrasi - Suasana lalu lintas di Jl Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (21/4/2021). (Foto: ANTARA/Jessica Helena)

KBR, Pontianak – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengancam akan mengisolasi warga yang nekat mudik.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan pemerintah daerah menyiapkan 700-an kamar isolasi, untuk pemudik dengan masa isolasi selama 14 hari.

“Kamar 700 udah disiapkan, yang masih ngotot mudik, kita isolasi 14 hari,” kata Sutarmidji, Senin (3/5/2021).

Sutarmidji mengatakan larangan mudik tidak lintas provinsi, tapi juga mudik antarkabupaten kota. Ia juga kembali menegaskan larangan mudik bagi pegawai negeri sipil.

Larangan ini sesuai dengan yang disampaikan oleh pemerintah Pusat, untuk mencegah semakin merebaknya kasus Covid-19 di provinsi setempat.

“Mana ada mudik lokal atau interlokal? Mudik ndak boleh titik! Apa sih susahnya? Nah pegawai negeri saya cek nanti, kalau lokasinya mati, berarti mudik. Apalagi pejabat di lingkungan Pemprov, tidak ada cuti-cutian. Kalau ketahuan, lihat aja nanti, kalau tak nangis, memanglah,” ancam Sutarmidji.

Sutarmidji mengatakan putusan larangan mudik diambil karena saat ini perkembangan Covid-19 di Kalimantan Barat memburuk. Kasus sembuh berkurang, sedangkan angka kematian bertambah secara drastis.

“Ini kondisi Kalbar dibandingkan dengan satu bulan yang laku sudah ada peningkatan dua kali lipat yang meninggal dan kasus meningkatnya sekitar 50 persen. Biasanya angka positif aktif itu kurang lebih dibawah 500, sekarang ini sudah hampir seribu, artinya masa sembuh itu semakin lama,” kata Sutarmijdi.

Kenaikan jumlah kasus di Kalbar salah satunya disebabkan setelah banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang dari Malaysia melalui pintu masuk perbatasan di Kalbar. Menurutnya, terdapat kasus-kasus yang banyak akibat kepulangan PMI ini.

“PMI yang pulang itu positifnya lebih 100 orang juga. Untung sekarang sudah sembuh, sisa 9 orang yang masih isolasi,” kata Sutarmidji.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Mencari Solusi Krisis Pengelolaan Sampah di Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Inspirasi Bisnis dari Aerostreet

Kian Merebak Covid Varian Delta