covid-19

Bunuh 4 Petani di Poso, Satgas Madago Raya Buru Mujahidin Indonesia Timur

“Semua korban ini berada di kebun yaitu kebun kopi. Kemudian berdasarkan keterangan saksi didatangi oleh lima orang. Dari lima orang ini salah satunya dikenal oleh saksi mereka adalah DPO Mujahidin"

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 12 Mei 2021 21:02 WIB

Bunuh 4 Petani di Poso, Satgas Madago Raya Buru Mujahidin Indonesia Timur

Kapolda Sulawesi Tengah Abdul Rakhman Baso menunjukan poster DPO Poso, Selasa (02/03/2021). Foto: Aldrimslit/KBR

KBR, Poso-  Kelompok Mujahidin Indonesia diduga sebagai pelaku pembunuhan empat orang warga di Poso, Sulawesi Tengah. Dari keterangan saksi yang berhasil selamat, pelakunya adalah kelompok Mujahidin Indonesia Timur yang telah masuk dalam daftar pencarian orang.

Juru bicara polda Sulawesi tengah DIdik Supranoto membenarkan adanya aksi teror yang menewaskan empat warga di desa Kalimago, Kecamatan Lore Timur Kabupaten Poso Sulawesi Tengah pada Selasa (11/05).

Pelaku berjumlah lima orang dan diduga dipimpin oleh Qatar salah satu DPO nomor dua di kelompok itu.

“Telah terjadi teror yang diduga pelakunya adalah Mujahidin Indonesia Timur. Ini berdasarkan keterangan dari para saksi. kemudian saya sampaikan bahwa jumlah korban sampai saat ini ada empat orang.” Jelas DIdik Supranoto pada Rabu (12/05) sore.

Satuan Tugas Operasi Madago Raya pun dikerahkan menyisir wilayah tempat kejadian pembunuhan itu.

“Semua korban ini berada di kebun yaitu kebun kopi. Kemudian berdasarkan keterangan saksi didatangi oleh lima orang. Dari lima orang ini salah satunya dikenal oleh saksi mereka adalah DPO Mujahidin Indonesia Timur,” ungkap Didik.

Selain melakukan penyisiran, Satgas Madago Raya juga melakukan penyekatan di beberapa titik. Sementara itu data dari kepolisian, Kelompok MIT Poso yang masuk dalam DPO itu berjumlah sembilan orang.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona