BPOM Banyumas Temukan Bakso Mengandung Boraks

Selain bakso, tim juga menemukan makanan yang positif mengandung Rhodamin B atau pewarna tekstil

BERITA , NUSANTARA

Kamis, 16 Mei 2019 16:36 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

BPOM Banyumas Temukan Bakso Mengandung Boraks

Petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menguji sampel makanan dari pedagang takjil di Telaga, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Selasa (14/5/2019). (Foto : Antara/Adiwinata Solihin)

KBR, Banyumas – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan sejumlah makanan yang mengandung zat berbahaya dijual di pasaran.

Kepala Pengawas Loka POM Banyumas, Suliyanto mengatakan tim Jejaring Keamanan Pangan Terpadu (JKPT) menemukan bakso yang dijual di pasar tradisional Purbalingga positif mengandung boraks. 

Selain bakso, tim juga menemukan makanan yang positif mengandung Rhodamin B atau pewarna tekstil. Rhodamin B banyak ditemukan di makanan-makanan tradisional seperti kerupuk, cendol, dan canthir.

“Kami turun ke pasar tradisional kemudian menguji sampling. Di sana kami temukan makanan mengandung zat berbahaya. Ada juga temuan boraks di bakso,” kata Suliyanto, Kamis (16/5/2019).

Suliyanto mengatakan, POM Loka Banyumas juga fokus pada pemeriksaan kemasan makanan dan tanggal kadaluwarsa. Menurutnya, peredaran makanan kadaluwarsa kerap terjadi jelang Hari Raya Idul Fitri. 

Selain makanan, POM Loka Banyumas juga menemukan peredaran obat keras yang dijual di warung atau toko. Padahal, obat-obatan tersebut mestinya hanya dijual di apotek dan boleh dibeli hanya jika ada resep dokter. 

Editor : Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.