Stok Darah Menipis di Lhokseumawe dan Aceh Utara

Kebutuhan darah saat ini mencapai 60 kantong per hari

BERITA , NUSANTARA

Senin, 16 Mei 2016 21:56 WIB

Author

Erwin Jalaludin

Stok Darah Menipis di Lhokseumawe dan Aceh Utara

Warga Lhokseumawe melakukan donor darah. Foto: KBR/Erwin Jalaludin

KBR, Lhokseumawe– Puluhan pasien dalam kondisi darurat di sejumlah rumah sakit di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara kesulitan memperoleh darah. Menurut Ketua Palang Merah Indonesia Cabang Aceh Utara, Ismed Aj Hasan saat ini stok darah menipis akibat rendahnya kesadaran masyarakat melakukan donor darah. Kata dia, PMI sudah berupaya melakukan sosialisasi dengan menggelar kegiatan donor massal disejumlah titik, tetapi hasilnya sangat minim.

”Paling sering donor itu hanya lembaga dan intansi pada hari ulang tahun saja. sebenarnya, yang Kita harapkan itu tiap 3 bulan sekali, Saat stok darah sangat menipis,” kata Ismed kepada portalkbr, Senin (16/5).

Ismed menambahkan, saat ini pihaknya tengah mempercepat upaya pencarian pendonor, ”karena bulan Juni sudah tiba bulan puasa. Pada bulan itu kebutuhan tinggi, sementara stok darahnya nggak ada.”

Berdasarkan data PMI Aceh Utara, kebutuhan darah saat ini mencapai 60 kantong per hari. Kebutuhan darah sebanyak itu  untuk penanganan pendarahan ibu melahirkan, korban kecelakaan maupun pasien cuci darah.

” Untuk dua kabupaten dan kota ini saja rata-rata membutuhkan sekitar 1.400 kantong darah perbulan. Sedangkan, yang berdonor sedikit sekali jumlahnya, jadi sangat-sangat sekaratlah bisa dibilang begitu, ” lanjutnya.

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kontras Surabaya Desak Polisi Tangkap Pelaku Rasisme di Asrama Mahasiswa Papua