Pasca KMP Rafelia 2 Tenggelam, Perusahaan Tak Bisa Pastikan Bayar Gaji Puluhan ABK

Perusahaan PT Dharma Bahari Utama akan mengusahakan tunggakan gaji dibayarkan bulan ini, meski tanggal belum ditentukan.

BERITA , NUSANTARA

Jumat, 06 Mei 2016 17:35 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Pasca KMP Rafelia 2 Tenggelam, Perusahaan Tak Bisa Pastikan Bayar Gaji Puluhan ABK

Kapal KMP Rafelia 2 miring dan tenggelam di Selat Bali, pada 4 Maret 2016 lalu. (Foto: ANTARA)

KBR, Banyuwangi - PT Dharma Bahari Utama selaku induk perusahan Kapal Motor Penumpang (KMP) Rafelia 2 belum bisa memastikan kapan pembayaran tunggakan gaji anak buah kapal (ABK) yang belum terbayar selama dua bulan.

Puluhan ABK dan karyawan Kapal Rafelia 2 dirumahkan pasca kapal itu tenggelam Maret lalu. Sejak itu nasib mereka tidak jelas. Gaji juga belum dibayarkan.

Manager SDM? PT Dharma? Bahari Utama Fauzan mengatakan, perusahaan berjanji akan membayar seluruh tunggakan gaji ABK yang belum terbayarkan.

Namun Fauzan mengatakan waktu pembayarannya masih menunggu keputusan direksi PT Dharma Bahari Utama.

Fauzan menjelaskan saat ini manajemen PT Dharma Bahari Utama masih berkoordinasi dengan direksi terkait pembayaran gaji karyawan. Hanya saja perusahaan akan mengusahakan tunggakan gaji akan dibayarkan bulan ini, meski tanggal belum ditentukan.

"Mereka sudah pernah mengadakan pertemuan dan itu sudah ada kesepakatan. Kesepakatan itu kita memang betul belum bisa  memberikan estimasi tanggal, tapi sudah ada bukti diatas kertas bahwa kita sanggup membayarkan. Tapi kalaupun mereka mau melapor (ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi) saya tidak akan menghalangi, tapi tolong mereka mengkonfirmasi ke kita dulu," kata Fauzan, Jumat (6/5/2016).

Pasca tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Rafelia 2 di Selat Bali beberapa waktu lalu, nasip puluhan Anak Buah Kapal (ABK) kapal naas itu tidak jelas. Mereka sejak dua bulan lalu belum menerima gaji.

Kepala Kamar Mesin (KKM) Rafelia 2, Hadi Priyanto mengatakan manajemen PT Dharma? Bahari Utama selaku perusahan induk KMP Rafelia 2 hanya memberikan janji saja kepada para ABK. Tak hanya ABK, sejumlah kru darat KMP Rafelia II juga tak kunjung menerima gaji.

Gaji yang belum dibayarkan bervariasi, mulai Rp7,5 juta per bulan hingga paling rendah Rp1,8 juta. Hadi mengatakan sudah melaporkan permasalahan ini ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banyuwangi supaya membantu menyelesaikan permasalahan ini.

Kapal Motor Penumpang (KMP) Ravelia 2 tenggelam di perairan Selat Bali pada Jumat (4/3/2016) lalu. Kapal barang yang mengakut puluhan kendaraan roda empat dan truk barang itu diduga tenggelam karena bocor pada lambung kapal.

Kapal Motor Revelina 2 tenggalam sekitar 500 meter  dari Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi pada pukul 13.20 WIB.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Presiden Didesak Keluarkan Perppu untuk Batalkan UU KPK

Cek Fakta Top 5 Hoax of The Week 14-20 September 2019

Bangun Sinergi Selamatkan Badak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak