Nasib Program BBM Subsidi Warga Perbatasan Nunukan Tidak Jelas

"Semua perijinan sudah OK, tinggal impornya. Pengekspor dari Malaysia ini yang ndak jelas sampai sekarang," kata pejabat Dinas Pertambangan Kabupaten Nunukan Elirat.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 04 Mei 2016 10:14 WIB

Author

Adhima Soekotjo

Nasib Program BBM Subsidi Warga Perbatasan Nunukan Tidak Jelas

Antrian BBM subsidi di salah satu Agen Penyalur Minyak Solar APMS di Nunukan Kalimantan Utara. (Foto: Adhima Soekotjo/KBR)

KBR, Nunukan – Upaya pemerintah mensuplai bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ke wilayah perbatasan di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara tidak kunjug jelas.

Program itu dikabarkan masih terkendala belum adanya kesepakatan kerjasama antara PT Pertamina dengan perusahaan minyak Malaysia Petronas.

Kepala Bagian Migas Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Nunukan Elirat mengatakan, di Indonesia sebenarnya semua persiapan pelaksanaan kerjasama penyediaan BBM bersubsidi untuk warga pebatasan Kecamatan Krayan telah dilakukan.

"Semua perijinan sudah OK, tinggal impornya. Pengekspor dari Malaysia ini yang ndak jelas sampai sekarang. Agen yang pertama itu kurang jelas. Tinggal kerjasamanya saja siap dengan Malaysia ini," ujar Elirat Rabu (4/5/2016).

Elirath menambahkan, penyediaan BBM bersubsidi di wilayah Kecamatan Krayan nantinya akan ditangani PT Elnusa, anak usaha PT Pertamina, yang telah mengantongi ijin kementerian untuk ekspor BBM dari Petronas Malaysia. Nantinya selisih harga BBM dari Malaysia akan dikonversi menjadi subsidi.

Rencananya Kecamatan Krayan akan mendapat kuota BBM bersubsidi dari Petronas Malaysia sebanyak 9,000 kilo liter per bulan. Selama ini warga kecamatan Krayan belum sekalipun menerima BBM bersubsidi.

Mereka hanya bisa memperoleh BBM dari negara Malaysia karena sulitnya transportasi dari Kabupaten Nunukan ke wilayah perbatasan tersebut.

Satu satunya moda transportasi yang bisa menjangkau Kecamatan Krayan dari Kabupaten Nunukan adalah menggunakan moda transportasi pesawat udara.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap