Masjid Ahmadiyah di Desa Gemuh, Kendal, Dirusak Massa

Masjid Ahmadiyah di Gemuh, Kendal, Jawa Tengah, dirusak massa tak dikenal, tadi malam (22/5/2016). Akibatnya dinding runtuh dan Alquran berserakan.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 23 Mei 2016 09:50 WIB

Author

Rio Tuasikal

Masjid Ahmadiyah di Desa Gemuh, Kendal, Dirusak Massa

Masjid Ahmadiyah di Gemuh, Kendal, Jawa Tengah, dirusak massa tak dikenal, tadi malam (22/5/2016). Foto: Twitter Alex Junaidi.

KBR, Jakarta - Masjid Ahmadiyah di Gemuh, Kendal, Jawa Tengah, dirusak massa tak dikenal, tadi malam (22/5/2016). Akibatnya dinding runtuh dan Alquran berserakan.

Mubaligh Ahmadiyah Jawa Tengah III, Asep Jamaludin, mengatakan perusakan terjadi setelah pengurus ingin melanjutkan pembangunan masjid.

"Jadi kami baru pasang rangka baja ringan. Setelah pemasangan naik, maka terjadi tadi malam perusakan oleh massa yang tidak kami kenal," ujarnya kepada KBR, Senin (23/5/2016).




Pembangunan itu telah tertunda selama 13 tahun akibat penolakan warga setempat. Kata dia, masjid itu adalah masjid Ahmadiyah satu-satunya di desa tersebut.

"Sudah tertunda 13 tahun, dulu ada kendala. Sekarang kita anggap sudah kondusif. Tapi ternyata masih ada sekelompok orang yang tak senang untuk pembangunan masjid itu dilanjutkan," imbuhnya.

Kata dia, tidak ada barang-barang yang hilang pasca pengerusakan. "Hanya tercecer saja seperti di foto itu."

Asep menambahkan, massa juga merusak bangunan di belakang masjid yang biasa jadi tempat jemaat Ahmadiyah beraktivitas. Sehingga jemaat akan berkegiatan dan beribadah di rumah ketua Ahmadiyah setempat.

Asep mengatakan, di Desa Gemuh, Kendal, jemaat Ahmadiyah berjumlah sekitar 20 kepala keluarga. Selama ini hubungan Ahmadiyah dan warga lain berjalan baik karena banyak di antara mereka bersaudara.

"Karena anggota kita di sana bukan pendatang baru. Sebelum masuk Ahmadiyah, mereka sudah jadi warga sana. Dan mereka ya kondusif secara bertetangga. Karena ada hubungan dagang," pungkasnya.

Jalur hukum

Asep mengatakan, pihaknya akan melaporkan perusakan ini ke Kepolisian. "Kami akan buat BAP dulu. Nanti akan kami laporkan ke Kepolisian," ungkapnya.

Kata dia, mengatakan perusakan masjid melanggar hak-hak kebebasan beragama yang dijamin dan dilindungi dalam undang-undang.

"Karena ini kan menyangkut hak kami sebagai warga negara untuk beribadah dan beragama. Tentu akan kami proses," jelasnya lagi.

 

Editor: Quinawaty Pasaribu 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kala Pencak Silat Indonesia Diakui UNESCO

Kabar Baru Jam 10

ABK Asal Indonesia Jadi Budak di Kapal Asing

Prediksi Peningkatan Volume Kendaraan Libur Natal dan Tahun Baru di Tol Cipali