Mahasiswa dan LSM di Solo Gelar Aksi Tolak Kekerasan Seksual

Aksi ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap kasus kekerasan seksual yang melibatkan anak-anak, baik sebagai pelaku maupun korban.

BERITA | NUSANTARA

Minggu, 15 Mei 2016 13:37 WIB

Author

Yudha Satriawan

Mahasiswa dan LSM di Solo Gelar Aksi Tolak Kekerasan Seksual

Aksi anti kekerasan seksual di Car Free Day Solo. Foto: Yudha Satriawan

KBR, Solo - Puluhan orang dari berbagai organisasi kemahasiswaan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) menggelar aksi tolak kekerasan seksual. Mereka membentangkan poster bertuliskan kasus kekerasan seksual yang terjadi di berbagai daerah. Aksi dilakukan di ajang Car Free Day atau hari bebas kendaraan di Solo, Minggu pagi.

Juru bicara aksi, Endang Listiyani mengatakan, aksi ini untuk menyadarkan publik atas maraknya kasus kekerasan seksual. Menurut Endang, aksi ini juga bentuk keprihatinan terhadap kasus kekerasan seksual yang melibatkan anak-anak, baik sebagai pelaku maupun korban.

“Hukuman kebiri, hukuman mati, atau cara lain sebagai bentuk efek jera pelaku kekerasan seksual tidak akan efektif. Seksual berkaitan dengan hasrat manusia. Fakta menunjukkan berbagai kasus kekerasan seksual juga melibatkan anak sebagai korban maupun pelaku. Ini sudah menjadi tanda bahwa kekerasan seksual itu sudah akut. Cara efektif adalah melakukan pendekatan melalui kurikulum di sekolah sejak dini tentang pendidikan seks, keadilan gender, dan sebagainya,” jelasnya.

Dalam aksinya tersebut, puluhan peserta aksi membawa berbagai peralatan rumah tangga dan dipukul berulang kali sebagai bentuk peringatan merajalelanya kasus kekerasan seksual di berbagai daerah.

Kain warna putih yang tersedia untuk penggalangan dukungan masyarakat, langsung penuh tandatangan ratusan warga yang melintas di sekitar lokasi aksi. Aksi serupa terus mengalir di Solo selama sepekan terakhir.

Editor: Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kisah Relawan Covid

Kabar Baru Jam 12