Komputer Kurang, Banyuwangi Tak Laksanakan UN Online

Belum ada SMP yang memiliki jumlah komputer yang sesuai dengan syarat UN online, yakni sepertiga ditambah 10 persen dari total peserta ujian.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 09 Mei 2016 10:59 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Komputer Kurang, Banyuwangi Tak Laksanakan UN Online

Ilustrasi. Ujian Nasional. Foto: Antara

KBR, Banyuwangi- Sebanyak 25 ribu lebih siswa sekolah menengah pertama di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, hari ini Senin (9/5/2016) mengikuti ujian nasional. Namun tak satu pun SMP menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Sulihtiono mengatakan, seluruh SMP di daerahnya belum siap menggelar UN online.  Alasannya, belum ada SMP yang memiliki jumlah komputer yang sesuai dengan syarat UN online, yakni sepertiga ditambah 10 persen dari total peserta ujian. 

Selain karena jumlah komputer yang kurang, sekolah belum menyiapkan software, hardware, dan brainware untuk menggelar UNBK. Aspek software yang dimaksud yakni ketersediaan program aplikasi UNBK yang harus mendukung pelaksanaan ujian tersebut. Dari sisi hardware, jaringan Internet harus dipastikan memiliki bandwidth yang cukup.

“Untuk anak- anak ini masih mengunakan secara manual. Ini masih sedang kita persiapkan apakah nanti mulai tahun depan memungkinkan bisa melaksanakan secara UN Online. Yang jelas sarana yang ada di sekolah belum memenuhi minimal seperti disini sekarang ini 12 kelas ini 310 anak yang ikut disatu sekolah saja itu butuh komputer berapa kalau anak 300 itu,”kata Sulihtiono (9/5/2016).

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Sulihtiono menargetkan UN SMP berbasis komputer bisa digelar pada 2017 mendatang. Dinas Pendidikan akan menyiapkan sedikitnya 15 SMP untuk menggelar CBT.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas tidak mempermasalahkan belum digelarnya ujian nasional berbasis komputer untuk tingkat SMP ini. Sebab kata Anas, dari segi sarana dan prasarananya masih belum mendukung. Sehingga jika dipaksakan nantinya justru akan kacau.

Namun Anas mengharapkan, seluruh sekolah SMP di Banyuwangi kedepanya terus mempersiapkan komputer untuk bisa mengelar ujian nasional tahun depan.  

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun