covid-19

Jumlah Owa Jawa di Jawa Tengah Tinggal Puluhan

Hal ini diakibatkan karena adanya kebakaran hutan yang marak terjadi di provinsi tersebut selama empat bulan terakhir ini dan perburuan liar.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 09 Mei 2016 18:29 WIB

Author

Nurul Iman

Jumlah Owa Jawa di Jawa Tengah Tinggal Puluhan

Owa Jawa. Foto: Perhutani

KBR, Semarang- Jumlah owa Jawa yang ada di hutan lindung di Provinsi Jawa Tengah semakin menyusut. Hal ini diakibatkan karena adanya kebakaran hutan yang marak terjadi di provinsi tersebut selama empat bulan terakhir dan perburuan liar.

Staf Koordinator Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) BKSDA Jateng, Agus Priyanto mengatakan saat ini hanya ada sekitar 30 ekor owa yang masih hidup di Jawa Tengah.

“Tahun kemarin, kita memonitor di dua hutan lindung Petung Priyono dan Linggoastri Pekalongan terdapat 30 ekor. Itu area yang kita pantau ketat seluas 80 hektar karena seringkali dijumpai owa Jawa,” ungkapnya kepada portalkbr.com, Senin (9/5).

Untuk mengantisipasi kepunahan owa, ia mengaku akan membentuk forum kolaborasi deyang akan diisi perwakilan Perhutani dan pemerhati satwa di Pekalongan sebagai aksi nyata melindungi owa.

“Karena monitoring sudah dilakukan sejak 2011 silam. Jadi tidak ada salahnya kalau mulai sekarang kita berbuat secara nyata untuk melindungi owa bisa dengan membuat plang larangan perburuan liar di hutan-hutan serta pelarangan memperjualbelikan hingga menyosialisasikan perlindungan owa Jawa kepada masyarakat sekitar kawasan hutan lindung,” sambungnya.

Ia menyayangkan aksi perburuan liar yang semakin mengancam kelangsungan hidup owa Jawa justru terjadi di titik hutan lindung milik Perhutani. Padahal, kata dia, owa merupakan satwa langka yang masuk program prioritas nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang ditargetkan meningkat 2 persen tiap tahun.

“Makanya kita selalu mengajak kepada Perhutani untuk bersama-sama melindungi owa. Karena keberadaannya memang benar-benar terancam punah. Apalagi kalau pas kemarau panjang melanda Jawa Tengah, habitatnya pasti terganggu,” jelasnya.

Secara umum, ia menambahkan personelnya dibantu relawan hutan terus menerus mengadakan patroli gabungan untuk memberantas perburuan liar terhadap owa. Dengan begitu, ia tetap berharap hingga akhir Desember 2016 mendatang jumlah owa bertambah 2 persen dibanding tahun lalu.

“Kita terus berusaha mengupayakan memonitor  kawasan hutan lindungnya secara manual dengan menyisiri tiap-tiap wilayah yang dapat melihat owa,” pungkasnya.

Editor: Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Toilet Sehat untuk Semua, Sudahkah Terpenuhi?