Jelang Puasa, Harga Daging Sapi di Banyuwangi Rp115 Ribu Perkilo

Untuk harga daging sapi jenis super berada di kisaran harga Rp115.000 perkilogram. Sedangkan daging sapi biasa Rp110.000 perkilogram.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 31 Mei 2016 10:27 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Jelang Puasa, Harga Daging Sapi di Banyuwangi Rp115 Ribu Perkilo

Pedagang daging sapi di Palembang. Foto: ANTARA

KBR, Banyuwangi - Harga daging sapi sepekan jelang puasa Ramadhan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, masih tinggi. Untuk harga daging sapi jenis super berada di kisaran harga Rp115.000 perkilogram. Sedangkan daging sapi biasa Rp110.000 perkilogram.

Menurut salah pedagang daging sapi di pasar tradisional Rogojampi, Zain Alfin, harga sapi potong dari RPH masih mahal yakni sekira Rp42.500-Rp43.000 perkilogram. Karenanya, ia tak yakin harga daging bisa turun menjadi Rp85 ribu perkilo meski impor sapi dan daging beku dibuka oleh pemerintah.

“Antara Rp110 ribu sampai Rp115 ribu. Memang ada tren kenaikan harga, ada cendrung ke sana soalnya dari stok sapi sendiri yang di pasar justru langka ini. Apa tidak ada stoknya, atau memang tidak ada, atau spekulasi tidak tahu juga,” kata Zain Alfin pada KBR, Selasa (31/5/2016).

Pedagang daging sapi di pasar tradisional Rogojampi Banyuwangi, Zain Alfin menambahkan, untuk permintaan konsumen terhadap daging sapi masih relatif normal.

Menurut Zain, permintaan daging sapi hingga saat ini masih dari pedagang bakso atau soto. Sedangkan dari rumah tangga masih belum signifikan. Dia memperkirkan konsumsi daging sapi untuk rumah tangga akan meningkat H-1 jeleang puasa.

Sementara itu, untuk harga daging ayam jenis bloiler di pasar Induk Banyuwangi berkisar antara Rp27.000 perkilogram hingga Rp30.000 perkilogramn. Sedangkan untuk daging ayam kampung mencapai Rp40.000 perkilogram.

Kemarin, Presiden Joko Widodo memerintahkan tiga anak buahnya menstabilkan harga pangan strategis untuk menghadapi bulan puasa dan Lebaran 2016. Ketiga Kementerian tersebut adalah Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, dan Menteri BUMN. Hal itu dilakukan karena menurut Menteri Sekertaris Kabinet, Pramono Anung, Presiden Jokowi ingin mengubah anggapan bahwa harga kebutuhan naik menjelang puasa adalah hal yang biasa.

"Presiden dengan sungguh-sungguh ingin mengembalikan anggapan bahwa puasa dan lebaran selalu harga-harga itu naik. Dan sekarang harga pasar itu ada tangan-tangan yang ingin memperkuat dan memainkan harga tersebut. Maka presiden sudah berulang kali memberikan instruksi kepada Mentan, Mendag, Menteri BUMN untuk beberapa komoditas utama itu harganya harus turun, bukan lagi stabil. Karena harganya sudah berubah tinggi, maka harus diturunkan," ujarnya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta.

Sebagai contoh kata dia, Presiden menginginkan harga daging dipasaran hanya 80 ribu. Pasalnya menurut dia, berdasarkan pemantauan Presiden, harga daging yang naik ke kisaran Rp120.000 hingga Rp130.000 per kilo gram.

"Hari ini harga daging dipasarkan Rp120 bahkan ada Rp130 ribu, Presiden sudah mematok bahwa harus bisa dibawah harga Rp80ribu. Demikian juga harga gula yang dibeberapa daerah sudah? Rp15 ribu, itu harus bisa turun seperti yang diintruksikan Presiden. Maka komoditas yang diperlukan pada saat puasa dan lebaran seperti gula, beras, bawang merah-putih, daging ayam maupun sapi ini harus turun," ujarnya.
 


Editor: Quinawaty Pasaribu 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18