covid-19

Ini Langkah Pemkab Banyuwangi Tekan Kenaikan Harga Bahan Pokok

Selain pasar murah, untuk menekan kenaikan harga, Pemerintah Banyuwangi juga bakal menggelar inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah agen bahan pangan.

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 28 Mei 2016 22:38 WIB

Ini Langkah Pemkab Banyuwangi Tekan Kenaikan Harga Bahan Pokok

Ilustrasi. Penjual melayani pembeli telur di pasar Pabean Surabaya. Sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar tersebut mengalami kenaikan harga. (Foto: Antara)

KBR, Banyuwangi - Jelang Ramadan tahun ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar pasar murah. Tujuannya, memudahkan masyarakat mendapatkan barang kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau.

Tak hanya bahan pokok, pemerintah juga menyediakan kebutuhan lain menghadapi lebaran seperti sirup, kue kaleng, pakaian jadi dan batik dengan harga jauh lebih murah dibanding harga eceran pasar dan toko.

Langkah ini, menurut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi Hary Cahyo Purnomo juga dilakukan untuk menstabilkan kenaikan sejumlah komoditas jelang Ramadan dan Lebaran.

“Dengan kenaikan harga barang pokok ini mempengaruhi inflasi ya, di sini yang pertama intervensi pemerintah untuk stabilisasi harga, bukan untuk menentukan harga tapi stabilisasi harga," jelas Hary di Banyuwangi, Sabtu (28/5).

Ia pun menambahkan, pasar murah bakal digelar mulai 8 Juni – 5 Juli 2016.

Pasar murah, menurut Hari akan digelar di tujuh lokasi yang tersebar di delapan kecamatan. Di antaranya di lapangan Kecamatan Giri, halaman kantor Kelurahan Kalipuro, balai Kecamatan Wongsorejo dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Genteng. Tiga lokasi lainnya adalah di Pasar Sumber Beras, Pasar Singojuruh dan Pasar Sempu.

Ia pun melanjutkan, dinasnya berencana menggelar kegiatan serupa khusus untuk gula pasir bekerja sama dengan Perusahaan Pedagang Indonesia (PPI).

Selain pasar murah, untuk menekan kenaikan harga, Pemerintah Banyuwangi juga bakal menggelar inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah agen bahan pangan. Sebab kata Hari, naiknya harga kebutuhan pokok ini diduga juga dipengaruhi permainan sejumlah agen, yang hendak mengambil untung sebanyak-banyaknya.

"Dari stabilisasi harga ini yang pertama dilakukan kelancaran pendistribusian dengan cara kita akan melakukan Sidak, khususnya makanan dan minuman serta bahan sembako," imbuhnya.

Jelang Ramadan tahun ini, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur naik. Di Pasar Tradisional Jajag Banyuwangi misalnya, harga sembako seperti minyak goreng, telur, gula pasir dan bawang merah merangkak naik sejak dua pekan terakhir. Harga gula pasir misalnya, perkilogramnya mencapai Rp16.000 dari yang sebelumnya Rp12.000 perkilogram.

Sedangkan harga telur saat ini di kisaran Rp20.000 perkilogram atau naik Rp2000. Komoditas lain yang juga naik adalah bawang merah, dari harga Rp27.000 perkilogram menjadi  Rp35.000 perkilogram. Sementara itu, untuk harga bawang putih naik dari Rp30.000 perkilogram menjadi Rp40.000 perkilogram.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Toilet Sehat untuk Semua, Sudahkah Terpenuhi?