Dirancang Sejak 2013, Proyek Jalan Layang Balikpapan Mandeg

DPRD Balikpapan mengklaim pembangunan fly over itu sangat mendesak, untuk menekan angka kecelakaan.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 11 Mei 2016 11:26 WIB

Author

Teddy Rumengan

Dirancang Sejak 2013, Proyek Jalan Layang Balikpapan Mandeg

Ilustrasi proyek pembangunan infrastruktur jalan layang. (Foto: setkab.go.id)

KBR, Balikpapan – Sejak 2013 lalu Pemerintah Kota Balikpapan merencanakan membangun fly over (jalan layang) Muara Rapak.

Namun hingga kini pembangunan fly over itu tak kunjung terwujud. Padahal Detail Engineering Design (DED) telah dibuat sejak 2014 dan menelan anggaran Rp1 miliar.

Ketua Komisi III Bidang Pembangunan DPRD Kota Balikpapan Andi Arif Agung mengatakan, belum terealisasinya pembangunan fly over Muara Rapak tersebut karena berdasarkan DED proyek itu butuh anggaran Rp500 miliar. Sementara dalam dua tahun terakhir Pemkot Balikpapan mengalami defisit.

Selain itu kata dia, jalan tersebut statusnya meruapakan jalan nasional sehingga seharusnya mendapatkan dukungan melalui APBN. Selama ini Pemkot dan DPRD Balikpapan kata Andi Arif, telah beberapa kali mengusulkan ke Pemerintah Pusat namun hingga kini belum ada jawaban.

Andi Arif mengatakan pembangunan fly over itu sangat mendesak, untuk menekan angka kecelakaan. Dalam tiga tahun terakhir puluhan orang tewas akibat tabrakan beruntun di Muara Rapak. Kecelakaan terjadi karena jalan itu menurun tajam. Andi Arif juga mengklaim fly over dibutuhkan untuk mengurai kemacetan.

"Paling tidak kita butuh percepatan (pembangunannya) karena memang sekarang khusus untuk tanjakan dan turunan Muara Rapak kita sudah punya DED fly over. Jadi DED fly over ini kita sudah punya, kita mau untuk memperkuat posisi itu, supaya fly over ini bisa menjadi salah satu solusi kita menekan kecelakaan," kata Andi Arif Agung, Rabu (11/05).

Andi Arif menambahkan, selain di Mura rapak, pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan fly over ke pemerintah pusat untuk Jalan MT Haryono. Jalan MT Haryono juga rawan terjadi kecelakaan. Namun usulan itu juga belum mendapat respon. Begitupun jembatan penyeberangan Kampung Baru–Kariangau belum ada tanggapan.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Aplikasi LAPOR Dinilai Tidak Efektif Tanggapi Laporan Masyarakat

Kabar Baru Jam 15

Perlukah Sertifikasi Pernikahan?