Di PHK, Buruh Pelabuhan Cirebon Minta DPRD Tanggung Jawab

"Penutupan bongkar muat batu bara ini atas rekomendasi Ketua Dewan."

BERITA | NUSANTARA

Senin, 23 Mei 2016 19:38 WIB

Author

Frans Mokalu

Di PHK, Buruh Pelabuhan Cirebon Minta DPRD Tanggung Jawab

Aksi demonstrasi buruh TKBM di depan gedung DPRD Kota Cirebon (Foto: Frans Mokalu/KBR)

KBR, Cirebon– Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Cirebon menuntut DPRD Kota Cirebon mencari solusi atas penutupan bongkar muat batu bara di pelabuhan. Dengan penutupan yang telah berjalan dua bulan tersebut, membuat buruh harus di PHK.

Salah satu pengurus TKBM Pelabuhan Cirebon Kadnawi mengatakan anggota dewan selama ini sangat vokal untuk menutup pelabuhan. Karena itu mereka meminta anggota dewan untuk ikut bertanggungjawab.

“Penutupan bongkar muat batu bara ini atas rekomendasi Ketua Dewan. Kami minta Bapak Ketua Dewan agar buruh yang nganggur dipekerjakan kembali di Pelabuhan,” katanya, Senin 23/5.

Keputusan ditutupnya bongkar muat batu bara merupakan keputusan yang berat sebelah, karena ia menilai, Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup, DPRD Kota Cirebon dan Wali Kota Cirebon tidak memikirkan nasib buruh.

“Pemerintah tidak memikirkan kami para buruh yang bekerja di Pelabuhan. Selama dua bulan ini kami nganggur, hutang banyak, anak sekolah tidak diberi uang saku, dan buat makan sehari-hari juga sulit,” tuturnya.

DPRD Janji Cari Solusi
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cirebon Edi Suripno berjanji akan mencari solusi terbaik untuk para buruh.
“Aspirasi bapak-bapak dan ibu-ibu, akan kami bicarakan dengan Wali Kota Cirebon, Kepolisian, dan pengusaha batu bara,” katanya.

Edi menyatakan, pihaknya hanya menjadi mediator antara pengusaha batu bara, kepolisian, wali kota, dan buruh.

“Kami akan memberikan jawaban sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kami. Kami ini hanya wakil rakyat,” ujarnya.

Sekitar 500an buruh TKBM hari ini berdemo di depan gedung DPRD Cirebon untuk menuntut pekerjaan mereka kembali. Pendemo mengancam, jika dalam waktu satu minggu tidak ada jawaban dan solusi, maka akan kembali melakukan demonstrasi yang lebih besar.

Untuk memastikan ketua dewan benar-benar merealisasikan aspirasinya, pendemo pun mendirikan tenda tepat di halaman depan gedung dewan. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tambahan Anggaran COVID-19 untuk Pemulihan Ekonomi