Desember, Belanda Bangun Jembatan Adonara-Flores

Anggaran pembangunan proyek ini mencapai 400 juta Dolar AS atau sekitar 5,3 triliun Rupiah.

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 14 Mei 2016 22:44 WIB

Author

Silver Sega

Desember, Belanda Bangun Jembatan Adonara-Flores

Ilustrasi pembangunan jembatan. (Foto: Antara)

KBR, Kupang - Investor Belanda diperkirakan mulai membangun Jembatan Pancasila pada Desember nanti. Jembatan ini menghubungkan Pulau Adonara dan Flores di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT, Andre Kore mengatakan, sesuai kesepakatan yang ditandatangani di Belanda, pembangunan jembatan dan mesin pembangkit listrik bakal dimulai tepat pada 13 Desember mendatang.

"Tanggal 13 Desember itu sebagaimana tertera secara jelas di Head of Agrement, itu akan dilakukan groundbreaking. Tahapan yang sekarang kita alami adalah tahap visibility study, dalam hal ini melalui kementerian pekerjaan umum sebagai tindak lanjut dari pra-visibilty study yang sudah dilakukan oleh pemerintan provinsi," kata Andre Kore di Kupang, Sabtu (14/5).

Dia pun menambahkan, anggaran pembangunan proyek ini mencapai 400 juta Dolar AS atau sekitar 5,3 triliun Rupiah. Angka ini sesuai nota kesepahaman yang telah diteken di Belanda, antara pemerintah NTT dan Belanda.

"Sehingga setelah visibility studi selesai dilakukan itu akan dilanjutkan dengan lelang investasi. Kemudian siapa yang nanti menang sebagai investor, dialah yang mengerjakan pekerjaan ini melalui mekanisme lelang investasi," imbuhnya.

Selain jembatan, kata dia, investor juga akan membangun pembangkit listrik tenaga arus laut. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2018 mendatang.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme