Yuk Menyumbang Demi Sabun Sereh dari Sarongge!

Sabun dibuat secara hand made, butuh mesin penyulingan sereh yang baru.

BERITA | NUSANTARA | PILIHAN REDAKSI

Rabu, 20 Mei 2015 11:38 WIB

Author

Wydia Angga

Yuk Menyumbang Demi Sabun Sereh dari Sarongge!

Artis Olga Lydia membeli sabun sereh Sarongge. Foto: KBR

KBR, Jakarta- Sudah pernah merasakan mandi dengan sabun sereh? Kalau belum, cobalah membeli sabun sereh produksi ibu-ibu dari Desa Sarongge, Cianjur, Jawa Barat. 

Sabun dibuat secara hand made secara bergotong-royong oleh ibu-ibu di daerah tersebut. Keunikan ini dianggap sebagai nilai jual yang perlu dilestarikan dan terus didorong. Tapi ada satu tahap dalam pembuatan sabun yang bisa dibuat lebih efektif, yaitu dalam pembuatan minyak sereh. Minyak sereh adalah bagian paling penting dalam formulasi sabun. Proses ekstraksi sereh menjadi minyak sereh inilah yang membutuhkan mesin suling supaya tak perlu dilakukan secara tradisional, yang nota bene memakan banyak waktu. 

Nadya Saib dari Wangsa Jelita  tergerak untuk membantu ibu-ibu itu lewat Proyek Sarongge. Proyek Sarongge ini adalah upaya penggalangan dana untuk membantu para ibu di Desa Sarongge dalam membangun komunitas berbasis bisnis yang mandiri. Wangsa Jelita sendiri adalah sebuah bisnis sosial yang menawarkan produk perawatan tubuh berkonsep natural dengan cara pemberdayaan komunitas. 

"Cita-cita awal adalah untuk menjual sabun yang mereka hasilkan. Tapi setelah ngobrol lebih banyak dengan ibu-ibu pembuat sabun sereh, kami berniat mengembangkan bisnis lebih jauh," kata Nadya ketika ditanya KBR, Rabu (20/5/2015).

Ibu-ibu Sarongge langsung menyuarakan keinginan mereka untuk memiliki mesin penyuling sereh yang baru. Tim dari kitabisa.com menawarkan bantuan platform untuk penggalangan dana. Dana yang ditargetkan adalah Rp 68 juta untuk membeli mesin penyulingan sereh. Tenggat waktu pengumpulan dana berakhir dua hari mendatang, yaitu Jumat (22/5/2015) mendatang. 

Tim penggalang dana mulai mengkampanyekan kebutuhan ini melalui kenalan pribadi hingga media sosial. Saat ini dana yang terkumpul sekitar Rp 9 juta. Tenggat waktu bisa saja diperpanjang demi pencapaian target. Setidaknya begitu hasil diskusi antara tim kitabisa.com dan Green Initiative Foundation yang selama ini bergelut dalam pemberdayaan ibu-ibu Sarongge.

Nadya menjelaskan, jika masyarakat ingin membantu dana pembelian mesin suling bagi Ibu-Ibu Sarongge, caranya adalah dengan klik Proyek Sarongge untuk mendapatkan informasi lengkap soal pemberian dukungan. Di sana juga ada kompensasi untuk para donatur seperti notes, sabun sereh serta sabun kopi produksi ibu-ibu Sarongge. Para donatur juga dihimbau untuk bisa datang langsung dan mengenal ibu-ibu Sarongge dan proyek mereka.

Yuk dukung juga ibu-ibu Sarongge!

Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Belajar dari Lonjakan Kasus di India

Kabar Baru Jam 7

Gua Hira dan Cahaya Semesta

Kabar Baru Jam 8

Menyoal Tenggelamnya Kapal Selam dan Upaya Modernisasi Alutsista