Pemerintah Kembangkan Tuna Berkelanjutan

Banyak negara pembeli tuna seperti Amerika dan Eropa mensyaratkan tuna yang berkelanjutan.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 26 Mei 2015 14:48 WIB

Author

Yulius Martony

Pemerintah Kembangkan Tuna Berkelanjutan

Peresmian Internasional Coastal Tuna Business Forum (ICTBF) ke 4 di Nusa Dua, Bali. Foto: Yulius Martony

KBR, Bali- Indonesia menandatangani deklarasi ketelusuran ikan tuna dengan United Nations Industrial Development, lembaga PBB dan Internasional Pole and Line Foundation. Penandatanganan dilakukan dalam kegiatan bertajuk Internasional Coastal Tuna Business Forum (ICTBF) ke 4 di Nusa Dua, Bali. 

Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Saut P Hutagalung? mengemukakan kerja sama itu untuk memastikan perikanan berkelanjutan. Kata Saut, banyak negara pembeli tuna seperti Amerika dan Eropa yang mensyaratkan penjualan tuna yang berkelanjutan.

"Forum ini sangat penting bagaimana kita menunjukan kepada dunia bahwa kita tidak saja memiliki kebijakan perikanan berkelanjutan tetapi juga mempunyai sistem yang bekerja dilapangan di mana dunia usaha bisa mengikuti kebijakan ini berupa pemenuhan sertifikasi saat ini kita sedang menuju marine ship council".

Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Saut P Hutagalung?  menjelaskan target paling dekat adalah penangkapan cakalang dengan  menggunakan Pole and line dan penangkapan tuna dengan handline atau tuna yang ditangkap dengan pancing. Kemudian akan dilanjutkan dengan sertifikasi pengembangan perikanan berkelanjutan lainnya. Selain itu Indonesia juga akan menargetkan sertifikasi untuk Kakap merah, kerapu dan ranjungan. Kata dia saat ini baru satu perusahaan perikanan di Indonesia yang sudah memiliki sertifikasi.

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Sebut Sertifikasi Layak Nikah Tak Wajib

Super You by Sequis Online, Asuransi Online untuk Milenial