Bagikan:

Pemerintah Diminta Dekati Tokoh Adat

Program sebelumnya gagal karena komunikasi lemah

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 15 Mei 2015 15:12 WIB

Author

Rio Tuasikal

Presiden Joko Widodo di Papua. (Antara)

Presiden Joko Widodo di Papua. (Antara)

KBR, Jakarta- Balitbang Kementerian Pertanian meminta Pemda Merauke berkomunikasi intensif dengan tokoh adat untuk menjamin keberhasilan program Merauke Food Estate. Pemerintah Pusat juga diminta gesit membuat peraturan.

Kepala Balitbang Kementan, Haryono, menjelaskan pernah ada program sejenis yang gagal karena lemahnya koordinasi. Karena itu, kali ini komunikasi pusat, provinsi dan kabupaten, harus dibuat superintensif.

"Inpresnya harus cepat kalau diperlukan. Perda-Perda harus dicek semuanya dalam waktu yang singkat," ujar Haryono di kantor Balitbang Kementan, Jakarta, Jumat (15/5/2015) siang.

"Dan juga hubungan baik dengan tokoh adat. Itu jadi faktor-faktor keberhasilan ke depan," ujarnya.

Haryono menjelaskan, kawasan Merauke yang dipilih sangat datar sehingga biaya buka lahan sangat murah. Kawasan ini juga tidak pernah mengalami kekeringan selama 30 tahun terakhir.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menargekan kawasan Merauke sebagai lumbung beras nasional dalam 3 tahun mendatang. Di Merauke ada 1,2 juta hektar lahan datar yang sangat subur. 

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Mendorong Vaksinasi Booster untuk Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun

Most Popular / Trending