Oknum Polisi yang Peras Bandar Narkoba Terancam Dipecat

Kepala Bareskrim Mabes Polri, Budi Waseso menambahkan, pengusaha, yang diperas PN kini menjadi saksi pelapor

BERITA | NUSANTARA

Senin, 11 Mei 2015 19:12 WIB

Author

Ade Irmansyah

Oknum Polisi yang Peras Bandar Narkoba Terancam Dipecat

Polisi. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri memastikan kasus pemerasan oknum polisi terhadap pengusaha tempat hiburan di Bandung Jawa Barat, bakal ditindaklanjuti ke peradilan umum. Kepala Bareskrim Mabes Polri Budi Waseso mengatakan, hari ini telah menerima laporan resmi pemeriksaan dari Divisi Propam Mabes Polri terkait masalah tersebut, berikut alat bukti uang milliaran rupiah. Oknum polisi tersebut terancam dipecat dari keanggotaan jika terbukti bersalah.

“Sanksi berat ya masalah pidananya nanti terserah hakim tapi dari jabatannya bisa dipecat dari Kepolisian. Dia itu kesana dalam rangka tugas atau tidak? Lalu dia ke sana atas perintah pimpinan atau tidak dan apakah pimpinan menikmati uang itu? Dia memang seorang petugas tapi memanfaatkan tugas itu untuk kepentingan pribadi, jadi penyalahgunaan wewenang. Berarti dia luar tugas? Iya dalam pelaksanaannya di luar tugas, karena kalau dalam tugas tidak mungkin. Apakah ada rekannya pak? Untuk sementara ini dia sendirian,” ujarnya kepada wartawan di lapangan Bhayangkara Mabes Polri (11/5/2015).

Kepala Bareskrim Mabes Polri, Budi Waseso menambahkan, pengusaha, yang diperas PN kini menjadi saksi pelapor. Pasalnya kata dia, Divisi Propam mengungkap kasus ini berdasarkan laporan dari pengusaha yang diperiksa tersebut.

Sebelumnya, oknum perwira menengah Polri berinisial PN diduga menangkap seorang bandar narkoba yang juga pengusaha tempat hiburan di Bandung, Jawa Barat, dengan barang bukti berupa sabu seberat 2 kilogram. Kemudian, AKBP PN diduga meminta uang sebesar Rp 5 miliar kepada bandar itu jika ingin kasus tak berlanjut. Bandar pun mengabulkan permintaan oknum dengan menyerahkan uang Rp 3 miliar. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik