NTT Rawan Pangan Akibat Gagal Panen

Gubernur Frans Lebu Raya mengatakan, data tentang gagal panen harus jelas dan segera dilaporkan ke pemerintah provinsi.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 07 Mei 2015 14:33 WIB

Author

Silver Sega

NTT Rawan Pangan Akibat Gagal Panen

Petani si sawah. (Foto: Antara)

KBR, NTT- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur meminta pemerintah kabupaten melaporkan data rawan pangan akibat gagal panen di wilayahnya. Permintaan ini menyusul adanya enam desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang terpaksa mengkonsumsi makanan ternak karena gagal panen. Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan, data tentang gagal panen harus jelas dan segera dilaporkan ke pemerintah provinsi.

"Tidak bisa kalau sekarang disebut gagal panen tanpa kita tahu betul. Betul di TTS, tapi TTS (Timor Tengah Selatan-red) mana? Di kecamatan apa? Di kecamatan desa mana? Begitukan? Harus jelas berapa? Berapa masyarakat yang terkena dampak. Terdampak dari situ. Itu datanya harus jelas. Kita belum mendapatkan laporan tentang data-data itu. Secara umum ada spot-spot ya. Tetapi kita butuh data yang lebih akurat. Yang pasti kita tidak mungkin menutup mata," kata Gubernur NTT Frans Lebu Raya di Kupang, Kamis (7/5/2015).

Sebelumnya anggota DPRD NTT Jefri Un Banunaek mengatakan warga yang makan putak, sejenis makanan ternak, karena sudah kehabisan persediaan makanan sejak akhir Januari lalu. Persediaan makanan yang ada, termasuk bibit lokal yang biasa mereka sisihkan untuk dijadikan sebagai bibit pada musim tanam berikutnya, juga telah dimakan akibat gagal panen.

Warga kata dia, bukannya malas atau tidak menanam, tetapi minimnya curah hujan di wilayah tersebut menyebabkan bibit yang ditanam tidak bisa tumbuh sesuai harapan. Ratusan warga yang makan putak itu, berada di lima desa di Kecamatan Kualin yakni Desa Kualin, Toineke, Tuafanu,Tuapakas dan Oni dan dua Desa di Kecamatan Amanuban Selatan yakni Desa Oebelo dan Noemuke.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Melimpah Limbah Medis

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11