Melihat Dari Dekat Penangkaran Resmi Burung Langka di Solo

Ada belasan jenis dan puluhan ekor burung langka yang ditempatkan di lokasi ini.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 11 Mei 2015 19:27 WIB

Author

Yudha Satriawan

BKSDA dampingi pemilik penangkaran burung langka

BKSDA dampingi pemilik penangkaran burung langka. (Foto: Yudha Satriawan)

KBR-Solo, Sebuah papan bertuliskan Penangkaran Burung Langka yang dilindungi Undang-Undang tampak terpasang di depan sebuah rumah di Solo. Pemilik penangkaran burung langka tersebut, Suryo Wahyu Raharjo, mengatakan ada belasan jenis dan puluhan ekor burung langka yang ditempatkan di lokasi ini. Menurut Suryo yang berprofesi sebagai dokter umum ini, ijin resmi penangkaran diperoleh sejak setahun lalu melalui Kementerian Kehutanan.

“Saya nggak niat sellling, atau memperjualbelikan satwa langka ini. Saya berusaha untuk mengkonservasi satwa ini untuk menambah jumlah satwa saja. Ini satwa langka tidak boleh dilepas liarkan atau dikembalikan ke habitatnya. Pertama, ini kan satwa langka yang sudah jinak, mereka dikhawatirkan tidak bisa mencari makan sendiri. Kedua, satwa langka ini sudah akrab dengan manusia, mereka hasil piaraan. Kalau nanti dilepas ke alam atau habitatnya, satwa langka ini akan terus mendekati manusia dan dikira hama, hama jagung. Memang sudah ada ketarangan satwa langka di penangkaran ini tidak dilepasliarkan di penangkaran ini ada 15 jenis burung langka yang dilindungi jumlah totalnya ya sekitar 80an ekor,” kata Suryo, Senin (11/5/2015).

Di dalam sebuah ruangan tersebut tampak puluhan ekor burung berbagai jenis berada di dalam deretan sangkar. Ada kakatua jambul kuning, Kakatua Raja, Merak, Rangkong, dan sebagainya.Selain deratan sangkar berisi puluhan burung  langka berbagai jenis, tampak pula dua kotak inkubator  untuk membantu  proses penetasan telur maupun anak burung yang baru menetas. 

Penangkaran ini mendapat pendampingan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA Jawa tengah. Juru bicara BKSDA Jawa Tengah, Johan Setiawan, saat mendampingi pemilik penangkaran tersebut, mengatakan burung langka di penangkaran ini juga termasuk satwa langka titipan hasil sitaan BKSDA dari berbagai daerah di Jawa tengah.

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Arah Kebijakan Ekonomi Kabinet Baru Jokowi

Kabar Baru Jam 10

Gubernur Anies Enggan Komentari Rencana Kenaikan UMP 8,51 Persen Menjadi Rp4,2 juta