Mahasiswa Papua di Malang Serukan Stop Pemusnahan Etnis Melanesia

Mahasiswa Papua juga menyampailan tekad rakyat Papua bergabung bersama Melanesian Spearhead Group (MSG).

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 19 Mei 2015 21:46 WIB

Author

Eko Widianto

Ilustrasi Melanesia. Foto: Antara

Ilustrasi Melanesia. Foto: Antara

KBR, Malang- Aliansi Mahasiswa Papua di Malang, Jawa Timur melakukan aksi damai di Balai Kota Malang menyuarakan kekerasan yang dialami etnis Melanesi, suku asli Papua. Dalam aksinya puluhan mahasiswa Papua menyampailan tekad rakyat Papua bergabung bersama Melanesian Spearhead Group (MSG). Juru bicara mahasiswa, Wilson Nawipa mengatakan  kekerasan, penangkapan dan penembakan aktivis telah melukai rakyat Papua. 

"Papua sedang dalam darurat. Dalam artian mulai 1961 sampai sekarang, indonesia mengirim tentaranya untuk memusnahkan etnis Melanesia etnik suku asli Papua. Dengan adanya itu, kami tak mau hidup dengan saudara tiri kita. Kita mau bergabung dengan MSG. Jaring-jaring internasional ULMWP ini sudah mendunia," jelas Wilson, Selasa (19/5/2015)

Negara MSG seperti Papua New Ginie, Fiji, Vanuatu, Solomon Island dan New Caledonia mendukung kemerdekaan Papua Barat (West Papua). Melalui United Liberalition Movement for West Papua, ULMWP mereka akan mendeklarasikan diri disembilan negara dan 20 Kota.

Dalam aksinya, mereka membawa poster bertulis "West Papua Back to Family", "Stop Pemusnahan Etnis Melanesia", "West Papua for MSG", "TNI Polri Stop Diskriminasi dan Intimidasi", "Segera Buka Akses Jurnalis Internasional." Aksi para mahasiswa Papua juga mendapat pengaman dari polisi. Sekitar 50 an polisi berjaga saat mahasiswa menyuarakan aspirasinya.

Aliansi Mahasiswa Papua di Malang, Jawa Timur ini juga berencana menyampaikan aspirasinya pada saat Presiden Joko Widodo berkunjung ke Malang 21 Mei, besok.

Editor: Malika
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Efektifkah Mini Lockdown ala Jokowi Tekan Kasus Covid-19?