Kementerian Agama Bikin Al Qur’an Terjemahan Bahasa Banyumas

Saat ini, naskah sudah berada di Kemenag.

BERITA , NUSANTARA

Kamis, 21 Mei 2015 20:52 WIB

Author

Muhammad Ridlo

Kementerian Agama Bikin Al Qur’an Terjemahan Bahasa Banyumas

Ilustrasi: Al Quran (Foto: Antara)

KBR, Banyumas– Kementerian Agama tengah membuat tafsir Al Quran dengan terjemahan Bahasa Banyumas. Seluruh bahan sudah sudah terverifikasi dan siap dicetak dan diluncurkan tahun ini. Anggota Tim Penerjemah Al Quran ke Bahasa Banyumas, Ahmad Tohari mengatakan proses penerjemahan sudah berjalan selama dua tahun. Saat ini, naskah sudah berada di Kemenag. Naskah tersebut bakal dikirimkan ke lima kabupaten yang menggunakan bahasa Banyumas. Kelima kabupaten itu adalah Kabupaten Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga dan Kebumen.

"Padahal mereka itu sudah saya kasih kamus (bahasa banyumas) para penerjemah itu. Saya utak-atik kemampuan bahasa arabnya. Saya gugat betul makanya mereka bingung itu. Itu sudah terferifikasi dan akan diluncurkan tahun ini. Kami ini pekerja yang menikmati amanat ini. Dua tahun aku nijinggleng di depan komputer," ujarnya

Ahmad Tohari menambahkan tim penerjemah terdiri dari kalangan akademisi, ahli tafsir, ahli bahasa arab, antropolog, dan ahli bahasa Banyumas. Mereka berasal dari perguruan tinggi, pondok pesantren, dan tokoh budaya setempat. Seluruhnya berjumlah 11 orang termasuk dirinya. Dalam tim ini, Ahmad Tohari mengaku hanya sebagai editor bahasa Banyumas.

Diakui Ahmad Tohari, proses alih bahasa dari Bahasa Arab ke Bahasa Banyumas sangat sulit. Pasalnya, konteks budaya arab dengan Banyumas sangat berbeda. Tim penterjemah kerap berhadapan dengan kosakata yang dalam bahasa banyumas tidak ada padanan katanya. Untuk menyelesaikan tahap alih bahasa ini, tim penerjemah membuat tim kecil yang terdiri dari Ahli Bahasa Banyumas, antropologi dan budayawan lokal.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak