Kadin Usul Bentuk Lembaga Pendanaan Pembangunan

Lembaga pendanaan itu diharapkan menjadi tulang punggung pendanaan proyek-proyek pembangunan.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 13 Mei 2015 16:25 WIB

Author

Yudi Rachman

Kadin Usul Bentuk Lembaga Pendanaan Pembangunan

Uang

KBR, Jakarta- Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) akan membentuk lembaga pendanaan pembangunan yang tidak bergantung pada keuangan negara. Menurut Reza V Maspaitella Ketua Bidang Investasi Perbankan dan Pengembangan Usaha Wilayah Timur Kadin, lembaga pendanaan itu diharapkan menjadi tulang punggung pendanaan proyek-proyek pembangunan infrastruktur, pertanian dan migas yang ada di Indonesia bagian Timur. Usulan lembaga pendanaan ini merupakan bagian untuk percepatan pembangunan di Indonesia bagian timur yang jauh tertinggal dari wilayah barat Indonesia.

"Dalam inisiatif tersebut, Kadin melihat percepatan bukan hanya aspek kebijakan saja. Tetapi percepatan itu bisa dikaitkan dengan mendanai proyek percepatan itu sendiri. Dana pembangunan kita bergantung APBN dan APBD, kadin mengusulkan pendanaan melalui swasta asing, nasional, BUMN melalui investasi.Kadin merencanakan dibentuknya East Indonesia Development Fund, agar tidak bergantung APBN dan APBD," jelas Reza V Maspaitella Ketua Bidang Investasi Perbankan dan Pengembangan Usaha Wilayah Timur Kadin di Jakarta, Rabu (12/5/2015).

Reza V Maspaitella menambahkan, dalam rangka percepatan ekonomi Indonesia bagian Timur, Kadin juga akan membentuk pertemuan pengusaha, kamar dagang dan perdagangan Indonesia dan dunia. Forum ekonomi yang digagas Kadin itu nantinya akan dibuka Presiden Jokowi dan diharapkan bisa menggaet investor dunia untuk berinvestasi ke wilayah timur Indonesia.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tambahan Anggaran COVID-19 untuk Pemulihan Ekonomi