Bagikan:

Jokowi: Gotong Royong adalah Intisari Pancasila

Disampaikan dalam peringatan bulan bakti gotong royong.

BERITA | NUSANTARA | NUSANTARA

Kamis, 28 Mei 2015 13:45 WIB

Jokowi: Gotong Royong adalah Intisari Pancasila

Presiden Joko Widodo. Foto: Antara

KBR, Manado - Peringatan puncak bulan bakti gotong royong masyarakat ke-12 tadi pagi dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo. Acara berlangsung di Desa Kolongan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. 

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengatakan, gotong royong adalah intisari dari Pancasila. Tanggung jawab untuk membangun bangsa, kata dia, juga harus dilakukan dengan cara musyawarah dan gotong royong dalam bekerja. Jokowi mengingatkan kalau gotong royong adalah kekuatan rakyat Indonesia, sekaligus modal sosial untuk menyelesaikan berbagai tantangan.

"Bulan Bakti Gotong Royong merupakan momentum kita bersama untuk mengingatkan kita semua tentang arti penting dari gotong royong, terutama pada generasi penerus yang akan memikul tugas sejarah ke depan. Kita perlu menanamkan semangat gotong royong pada generasi muda sebab mereka pemegang masa depan bangsa ini," lanjut Jokowi hari ini (28/5/2015).  

Joko Widodo menyampaikan, semangat gotong royong harus ditanamkan sejak dini dalam proses pendidikan anak. Semangat gotong royong juga mesti diajarkan lewat berbagai praktik nyata, bukan sekadar wacana. 

Usai melaksanakan pembukaan Bulan Bakti Gotong Royong, Presiden Joko Widodo lanjut bertolak ke daerah kepulauan Kabupaten Sangihe Provinsi Sulawesi Utara. Di sana ia meresmikanbeberapan proyek di daerah perbatasan dengan Filipina. Presiden juga membagikan Kartu Sehat dan Kartu Pintar. Presiden Jokowi akan berada di Sulawesi Utara selama dua hari. 

Editor: Citra Dyah Prastuti

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua