Siswa Bingung, Nomer Urut Soal UN Tak Berurutan

KBR, Banyuwangi - Dinas Pendidikan Banyuwangi menemukan sejumlah masalah di hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP dan MTs di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.

NUSANTARA

Senin, 05 Mei 2014 12:20 WIB

Author

Hermawan

Siswa Bingung, Nomer Urut Soal UN Tak Berurutan

un, berurutan, smp

KBR, Banyuwangi - Dinas Pendidikan Banyuwangi menemukan sejumlah masalah di hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP dan MTs di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Diantaranya ditemukannya naskah ujian yang salah cetak.

Seperti yang dialami SMPN 2 Banyuwangi. Dalam naskah UN pada mata pelajaran Bahasa Indonesia tersebut ditemukan nomer urut soal yang tidak beraturan. Pada naskah ujian tersebut tertera nomer urut 12 yang kemudian berlanjut ke nomer urut 14 tanpa tertulis nomer urut 13. Hal tersebut sempat membuat peserta UN panik.

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Dwi Yanto membenarkan bahwa kesalahan itu terjadi karena adanya kesalahan cetak pada lembar soal UN tingkat SMP tersebut. Ia mengatakan bahwa kesalahan itu murni dari percetakan sehingga para siswa dihimbau tidak perlu khawatir.

Selain itu pihaknya juga telah melaporkan temuan itu ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

“Kita mengacu kepada prosedur operasi standar.  Tapi kemudian ada ralat dari provinsi  hanya nomer 13 itu dalam kondisi kosong. Dan ralat terakhir dari provinsi sudah dilakukan oleh tim kami,”kata Dwi Yanto (5/5).

Sementara itu salah satu peserta ujian nasional di SMP 2 Banyuwangi Desy Setiawan mengaku sempat kaget dengan tidak adanya soal no 13 pada lembar soal yang dikerjakannya. Dia khawatir hal itu akan mempengaruhi hasil nilai UN nanti

UN tingkat SMP dan MTs di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, dilaksanakan secara serentak pada 5-8 Mei 2014. Sebanyak 22 ribu lebih siswa terdaftar sebagai peserta UN  tingkat SMP dan MTs di Banyuwangi.



Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 15

Menguasai Manajemen Amarah

Kabar Baru Jam 7

Wacana Jokowi Presiden 3 Periode