Ratusan Korban Emon Dapat Pendampingan Psikolog

Puluhan psikolog dari Jawa Barat mendampingi korban kejahatan seksual yang dilakukan tersangka Emon.

NUSANTARA

Jumat, 16 Mei 2014 11:10 WIB

Author

Nur Azizah

Ratusan Korban Emon Dapat Pendampingan Psikolog

Kejahatan seksual, Emon, Sukabumi, KPAI

KBR, Jakarta - Puluhan psikolog dari Jawa Barat mendampingi korban kejahatan seksual yang dilakukan tersangka Emon. Berdasarkan catatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), ada sekira 120 anak yang kini berada di tempat pemulihan. 


Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Erlinda mengatakan, korban yang dikumpulkan dalam satu tempat itu mendapatkan pendampingan dari psikolog dan hipnoterapis.(Baca: Komnas PA Kerjasama dengan Dinkes Sukabumi Pulihkan Korban Emon)


"Kita bekerjasama dengan Pemkot setempat dan bekerjasama dengan Mabes Polri untuk menurunkan para psikolog tersebut. Dan bekerjasama juga dengan Aliansi Psikolog Indonesia yang berada di dekat sana. Contoh kita mendatangkan dari Garut, kita mendatangkan dari beberapa pihak lainnya. Kemarin itu yang datang 26 psikolog, ya. Dan akhirnya kita kombinasikan juga dengan Yayasan Nanda Dian Nusantara irtu, kita bekerjasama dengan mereka dan bekerjasama dengan para hipnoterapis. Paling tidak dengan adanya hipnoterapi ingatan sesuatu yang buruk bisa hilang," kata Erlinda kepada KBR, Jumat (16/05).


Saat ini KPAI tengah mengusahakan keberlanjutan proses pemulihan terhadap seratusan korban kejahatan seksual oleh Emon.


Andri Sobari alias Emon ditangkap karena diduga melakukan kejahatan seksual pada anak-anak di Sukabumi, Jawa Barat. Para korban rata-rata berusia 8-13 tahun. Aksi ini diduga dilakukan sejak 2009 lalu. Dalam aksinya, Emon memberi iming-iming uang kepada calon korban. Saat ini berkas Emon sudah hampir rampung dan segera disidangkan.(Baca:Berkas Pelaku Kejahatan Seksual Emon Dilimpahkan Pekan Depan)


Editor: Sutami

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun