covid-19

Polisi Jaga Jalur Pendakian Menuju Gunung Ijen

KBR, Banyuwangi - Kepolisian Banyuwangi, Jawa Timur dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam, melarang wisatawan mendekati Gunung Ijen pada malam hari.

NUSANTARA

Sabtu, 10 Mei 2014 14:23 WIB

Author

Hermawan

Polisi Jaga Jalur Pendakian Menuju Gunung Ijen

polisi, gunung ijen, pendakian, banyuwangi

KBR, Banyuwangi - Kepolisian Banyuwangi, Jawa Timur dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam, melarang wisatawan mendekati Gunung Ijen pada malam hari. Larangan itu diberlakukan menyusul munculnya gas beracun dari gunung tersebut. Sejumlah petugas gabungan disiagakan untuk menghalau dan mencegah wisatawan yang masih nekat.


Kepala Kepolisian Sektor Licin Banyuwangi, Wan Sutanto mengatakan, wisatawan hanya diperbolehkan mendaki saat matahari terbit. Sementara mulai pukul 18.00 WIB hingga 05.00 WIB dilarang. Larangan itu diberlakukan sejak 6 Mei kemarin, karena meningkatnya aktivitas Gunung Ijen. (Baca: Warga Masih Dilarang Naik ke Gunung Ijen)



“Pokoknya pada malam hari mulai jam 18.00 WIB ya itu untuk pendakian ke atas tidak boleh. Kami memberikan peringatan di daerah Jambu setiap kendaraan yang mau naik ke atas kita himbau kita berikan informasi bahwa tidak diperkenankan untuk naik ketas. Tiap malam ada di Jambu kita berikan petugas. Memberikan informasi kepada wisatawan agar tidak melakukan pendakian pada malam hari,” kata Wan Sutanto, Sabtu, (10/5)

Sementara itu, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Ijen, Bambang Hery Purwanto mengatakan, sejak 5 Mei hingga saat ini gunung yang mempunyai danau kawah terbesar di Asia itu masih mengeluarkan gelembung putih pada danau kawahnya. Gelembung putih ini akibat dari aktivitas magma yang meletupkan gas beracun karbon monoksida (C0). Gas ini tidak bisa terurai bila tidak ada sinar matahari.

Gunung Ijen sejak 26 Agustus 2013 lalu berstatus waspada atau Level II. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi merekomendasikan radius 1 km dari kawah steril dari aktivitas manusia.


Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Popsiklus, Pemain Lama Bisnis Daur Ulang yang Makin Relevan