Bagikan:

Petani Jombang Dibayangi Kelangkaan Pupuk

Untuk meminimalisir kelangkaan pupuk pada musim penghujan tahun ini, Para petani di Jombang, Jawa timur, dihimbau untuk menggunakan pupuk berimbang pada musim tanam ini. Hal ini menyusul keluhan para petani soal kelangkaan pupuk bersubsidi jenis Urea dan

NUSANTARA

Rabu, 28 Mei 2014 17:48 WIB

Author

Muji Lestari

Petani Jombang Dibayangi Kelangkaan Pupuk

pupuk, petani, jombang

KBR, Jombang – Untuk meminimalisir kelangkaan pupuk pada musim penghujan tahun ini, Para petani di Jombang, Jawa timur, dihimbau untuk menggunakan pupuk berimbang pada musim tanam ini. Hal ini menyusul keluhan para petani soal kelangkaan pupuk bersubsidi jenis Urea dan ZA yang terjadi akhir-akhir ini. 


Pelaksana tugas kepala Dinas Pertanian, Hadi Purwantoro beralasan, hingga pertengahan Mei ini, kebutuhan pupuk bersubsidi di Jombang khususnya jenis Urea dan ZA sudah melampaui target yang dipatok oleh Pemerintah pusat. Yakni mencapai 115 persen. Pihaknya terpaksa mengambil jatah bulan Juni mendatang untuk menutup kekurangan kebutuhan itu. 


“Pupuk ZA sampai dengan mei ini target yang harusnya diterima petani di Jombang itu adalah 6.551 ton tapi sampai sekarang ini ternyata sudah diserap 7.530 ton atau 115 persen. Kita sudah mengambil jatah bulan Juni, bulan depan ini sudah kita ambil,” kata Hadi. 


“Kami harapkan para petani ini menggunakan pupuk berimbang, ZA, SP36, NPK, kemudian pupuk organik itu digunakan. Urea dan ZA ini permintaan yang banyak.” 


Hadi Purwantoro, menjelaskan, luasan lahan milik petani yang sebagian besar kurang dari satu hektar juga menyebakan kebutuhan pupuk membengkak. 


Ia merinci, luasan lahan milik petani rata-rata hanya sekitar 1500 meter persegi dengan kebutuhan pupuknya sekitar 30 kilogram. Namun, jatah pupuk yang diambil para petani dengan luas lahan tersebut rata-rata adalah satu sak atau 50 kilogram.


Sejak sebulan terakhir, para petani di Jombang mengeluh akibat sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi jenis Urea dan ZA.  Menurut Hadi, kelangkaan itu disebabkan adanya pengurangan jatah atau target dari pemerintah pusat sehingga menyebabkan usulan kebutuhan pupuk tahun ini tak sesuai. 


Ia menjelaskan,  kebutuhan pupuk jenis Urea di Jombang tahun ini mencapai 45 ribu ton dan jenis ZA mencapai 27 ribu ton. Sedangkan target yang diberikan pemerintah pusat untuk jenis Urea hanya sekitar 29 ribu ton dan jenis ZA sekitar 17 ribu ton. Sehingga terjadi kekurangan sekitar 16 ribu ton untuk pupuk jenis urea dan 10 ribu ton untuk pupuk jenis ZA. 


Editor: Antonius Eko 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Bokek Bikin Stres?

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8