Bagikan:

Pemudik Pengguna Bus Umum Diperkirakan Turun

KBR, Jakarta - Organisasi Angkutan Darat ORGANDA memperkirakan jumlah penumpang mudik lebaran tahun ini yang menggunakan bus umum akan semakin menurun. Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan mengatakan, penurunan itu akibat banyaknya program mudik

NUSANTARA

Minggu, 18 Mei 2014 00:02 WIB

Pemudik Pengguna Bus Umum Diperkirakan Turun

Mudik, Lebaran, Angkutan, Organda, Tarif

KBR, Jakarta - Organisasi Angkutan Darat ORGANDA memperkirakan jumlah penumpang mudik lebaran menggunakan bus umum pada tahun ini akan semakin menurun.

Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan mengatakan, penurunan itu akibat banyaknya program mudik gratis yang digelar oleh perusahaan-perusahaan.

Shafruhan mengatakan Organda tengah mempertimbangkan usulan adanya ambang batas kenaikan harga tiket. Tujuannya agar mereka tidak rugi akibat penurunan penumpang.

"Karena macet biaya operasional meningkat. Juga karena solar dan uang makan supir tambah," kata Ketua Organda DKI Shafruhan Sinungan ketika dihubungi KBR, Sabtu (17/05).

Apakah batas tahun lalu cukup? "Cukup kalau omset kita masuk. Tapi, tahun kemaren menurun hampir 50 persen dan peralihannya ke bus pariwisata yang disewa perusahaan-perusahaan," jawab Shafruhan.

Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan menambahkan, usulan kenaikan itu akan diserahkan pada Kementerian Perhubungan pada bulan depan. Tahun lalu, Kementerian Perhubungan juga menetapkan ambang batas kenaikan tarif bus angkutan umum paling banyak 30 persen. Ambang batas dikeluarkan agar bus tidak menaikan tarif terlalu tinggi.

Berdasarkan catatan Kementerian Perhubungan, pada arus mudik 2013, jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum naik sekitar 1 persen dari tahun sebelumnya. Pemudik menggunakan angkutan umum tahun lalu sekitar 16,6 juta orang penumpang.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Lampu Hijau untuk Ganja Medis?