Pasien Terduga MERS di Padang Terus Bertambah

Pasien terduga virus korona sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) yang dirawat di RSUP M Jamil Padang, Sumatera Barat, terus bertambah. Hingga hari ini (12/5), sudah lima pasien terduga MERS dirawat di ruang isolasi. Hampir tiap hari, rumah sakit menerim

NUSANTARA

Senin, 12 Mei 2014 13:47 WIB

Author

Zulia Yandani

Pasien Terduga MERS di Padang Terus Bertambah

Terduga MERS, Padang

KBR, Padang - Pasien terduga virus korona sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) yang dirawat di RSUP M Jamil Padang, Sumatera Barat, terus bertambah. Hingga hari ini (12/5), sudah lima pasien terduga MERS dirawat di ruang isolasi. Hampir tiap hari, rumah sakit menerima pasien suspect MERS. (Baca: Antisipasi Mers, Thermoscanner Disiagakan di Bandara Ahmad Yani)

Juru bicara RSUP M Jamil Padang, Gustafianof mengatakan, setelah tiga perempuan lansia masuk ruang isolasi, dua pasien laki laki asal Padang menyusul dan diterima pihak rumah sakit dengan gejala sesak nafas, panas tinggi, dan batuk.

Lima pasien suspect MERS  yang dirawat di RSUP M Jamil Padang diantaranya berinisial Z, perempuan berusia 86 tahun asal Nareh, Pariaman. Ia ditujuk dari RSUD Pariaman. Pasien kedua, berinisial N,  perempuan berusia 77 tahun warga asal Sariak Koto Baru, Kabupaten Agam. Ia dirujuk dari Rumah Sakit Bukittinggi.

Pasien lainnya berinisial N berusia 62 tahun, warga asa Jorong Koti ZGadang, Palembayan, Kabupaten Agam. N di rujuk dari Puskesmas Koto Gadang, Palembayan, Kabupaten Agam.

Kemarin dan hari ini, menyusul dua orang pasien laki laki asal Padang berinisial SH berusia 63 tahun dan SY berusia 61 tahun dirawat. Mereka kini sudah berada di ruang isolasi penyakit dalam lantai 3 RSUD M Jamil Padang.

Hingga saat ini, sample cairan tenggorokan (suap) masih menunggu hasil laboratorium dari Kementrian Kesehatan. Namun perkembangan tiga pasien semakin membaik, sesak nafas berkurang dan demam menurun.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Pemkot Cirebon Siapkan Database Warga Penerima Kompensasi Terdampak Covid-19

Anjuran Penggunaan Masker bagi Semua

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Cegah Penyebaran Covid-19, WHO Dukung Kebijakan Penggunaan Masker untuk Semua Orang