Kebakaran Gereja di Padang Diduga Konflik Pemilu

KBR, Jakarta - Kebakaran 2 Gereja Katolik yang terjadi pada Mingu (4/5) lalu di Kabupaten Kinali, Pasaman Barat Sumatera Barat mendapat reaksi keras dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang.

NUSANTARA

Kamis, 08 Mei 2014 07:35 WIB

Author

Wiwik Ermawati

Kebakaran Gereja di Padang Diduga Konflik Pemilu

kebakaran, gereja, padang

KBR, Jakarta - Kebakaran 2 Gereja Katolik yang terjadi pada Mingu (4/5) lalu di Kabupaten Kinali, Pasaman Barat Sumatera Barat mendapat reaksi keras dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang. Menurut LBH Padang, dugaan sementara kebakaran tersebut dipicu karena adanya konflik yang terjadi di Pemilu Legislatif lalu.

Direktur LBH Padang VIno Octavia mengatakan pada Pemilu Legislatif lalu banyak terjadi kecurangan yang mengakibatkan masyarakat Pasaman Barat berdemonstrasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Walaupun lembaganya hingga kini masih terus mencari motif utama terkait dibakarnya Gereja Katholik tersebut.

“Itu juga bertepatan dengan pemilu 9 April lalu, wilayah Pasaman Barat adalah daerah yang cukup mendapat resistensi pada saat pemilu.Hampir seluruh partai-partai yang ada di pasaman Barat berdemonstrasi terhadap KPU di sana, karena banyaknya pelanggaran yang terjadi. Jadi kita masih menduga apakah konflik yang terjadi dengan pembakaran Gereja ini ada kaitannya dengan konflik lahan dan persoalan masyarakat yang ada di sana atau berkaitan dengan Pemilu," kata Vino yang dihubungi KBR.

Sebelumnya Direktur LBH Padang, Vino Oktavia menyebut konflik yang sering terjadi di Sumatera Barat adalah konflik tanah antara masyarakat pendatang dan penduduk asli yang kemudian menjalar kepada permasalahan agama. Pada Minggu (4/5) sekitar 2 orang tak dikenal membakar bagian luar bangunan Gereja Katolik Santa Maria. Beberapa hari sebelumnya sebuah Gereja yang berada di wilayah tersebut juga dibakar oleh orang tak dikenal. LBH Padang mengatakan pihaknya siap mendampingi pihak Gereja Katolik tersebut untuk mengusut tuntas pelaku pembakaran.


Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Cegah Penyebaran Covid-19, WHO Dukung Kebijakan Penggunaan Masker untuk Semua Orang

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Wabah Corona

Kabar Baru Jam 20