KAI Tak Buka Ruang Dialog Dengan Pedagang

PT Kereta Api Indonesia mengklaim tidak perlu menggelar dialog dengan para pedagang yang menduduki lahan PT KAI di Jabodetabek.

NUSANTARA

Selasa, 27 Mei 2014 13:00 WIB

Author

Eli Kamilah

KAI Tak Buka Ruang Dialog Dengan Pedagang

KAI, pedagang di peron stasiun, penggusuran

KBR, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia mengklaim tidak perlu menggelar dialog dengan para pedagang yang menduduki lahan PT KAI di Jabodetabek. Juru Bicara PT KAI Daop 1, Agus Komarudin mengatakan, mereka siap meladeni gugatan warga negara atau class action di pengadilan.(Baca: Korban Gusuran Gugat SBY & PT KAI)

Menurut Agus, banyaknya pedagang kios dan asongan di dalam peron dianggap menggangu jalanya operasi kereta api. Termasuk ketika PT KAI melakukan perbaikan atau perawatan sinyal dan kabel di bawah tanah.

"Tidak ada dialog, karena (hasil penggusuran-red) sudah bisa dinikmati oleh penumpang. Peron yang panjang, luas, dan mobilitas penumpang juga lancar, terus sampai stasiun UI Bogor. Ini buat masyarakat juga kan," kata Agus dalam Sarapan Pagi KBR, Selasa (27/5)

PT. KAI melalui bagian aset DAOP I Jabodetabek menertibkan seluruh pedagang Se-Jabodetabek yang berada di lingkungan stasiun. PT KAI berdalih pembongkaran dan pengosongan kios ditujukan untuk mengkhususkan wilayah peron untuk penumpang dan meningkatkan kenyamanan penumpang.

Penggusuran paksa terhadap pedagang kios baik yang berada di dalam maupun di luar peron stasiun dengan bantuan brimob, marinir dan preman. Buntut Penggusuran, PT KAI digugat class action Rp 141,5 miliar

Editor: Sutami

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Ruang Hidup Transpuan Tergusur Pandemi

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Jokowi Tak Setuju Napi Koruptor Dibebaskan di Masa Pandemi Korona