Gunung Slamet Siaga, Masyarakat Menjauh Dari Radius 4 Kilo

KBR, Semarang- Aktivitas Gunung Slamet di Pemalang, Jawa Tengah masih berstatus siaga. Saat ini statusnya masih berada di level 3.

NUSANTARA

Senin, 12 Mei 2014 14:25 WIB

Author

Nurul Iman

Gunung Slamet Siaga, Masyarakat Menjauh Dari Radius 4 Kilo

gunung, slamet, siaga

KBR, Semarang - Aktivitas Gunung Slamet di Pemalang, Jawa Tengah masih berstatus siaga. Saat ini statusnya masih berada di level 3.

Pemerintah meminta masyarakat tetap tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari puncak. Di luar radius tersebut, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.

Aktivitas Gunung Slamet mulai cenderung menurun beberapa hari belakangan ini. Hasil pemantauan Senin (12/5) hari ini telah terjadi kabut tipis yang disertai dengan 5 kali gempa letusan dan 78 kali gempa embusan.

Walau demikian masyarakat diminta tetap waspada terhadap aktivitas gunung api ini karena statusnya masih Siaga.

Petugas pos pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas gunung api ini, walaupun aktivitas kegempaan dan letusannya cenderung menurun, tapi masih saja terjadi beberapa kali letusan atas di puncak gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa tersebut.

Berdasarkan data dari pos pengamatan di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, sejak Senin hari ini masih terjadi beberapa letusan abu berwarna kecoklatan setinggi 200 - 600 meter dengan arah condong ke Barat menuju Bumiayu, Kabupaten Brebes dan Tegal.


Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksin COVID-19: Kenali Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Kabar Baru Jam 8

Cinta Produk Indonesia

Sekolah Tatap Muka di Tahun Ajaran Baru, Seperti Apa Upaya Mitigasinya?