Dokter: Tak Ada Luka di Tubuh TKI Sihatul

Tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan Banyuwangi, Jawa Timur, tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh TKI Sihatul Alfiyah yang terbaring koma 8 bulan di Taiwan.

NUSANTARA

Senin, 12 Mei 2014 14:36 WIB

Author

Hermawan

Dokter: Tak Ada Luka di Tubuh TKI Sihatul

Dokter, TKI Sihatul

KBR, Banyuwangi - Tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan Banyuwangi, Jawa Timur, tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh TKI Sihatul Alfiyah yang terbaring koma 8 bulan di Taiwan.

Ketua Tim Dokter RSUD Blambangan Heri Subianto mengatakan, hampir sepekan setelah Sihatul Alfiyah dirawat di RSUD Blambangan, tim dokter mulai memeriksa dan menerapi tubuh Sihatul.

Salah satunya memfoto kepala Sihatul yang diduga mengalami penganiayaan. Namun hasilnya tidak ditemukan luka berat di kepala Sihatul. Sehingga diduga ada penyebab lain yang mengakibatkan Sihatul Alfiyah menjadi koma.

“Kalau luka secara umum tidak ada. Kemarin juga sempat dilakukan foto kepala ternyata kita kan mencurigai apa yang menjadi sinyalemen tadinya kan ada semacam penganiayaan trauma itu kok kita tidak mendapatkan bekas-bekas terutama kepala yang kemarin foto sama dada baik. Terus foto dada juga baik, fungsi paru-paru dan jantungnya membaik,” kata Heri Subianto, Senin (12/5).

Ketua tim dokter RSUD Blambangan Heri Subianto menambahkan, dugaan lain yang menyebabkan Sihatul koma adanya unsur kecapean akibat jam kerja yang berlebihan, sehingga sakit dan mengalami gagal jantung. Kata dia, tim dokter akan terus memantau dan memberikan upaya medis terhadap Sihatul Alfiyah. Sehingga diharapkan kondisinya bisa lebih membaik.

Sihatul Alfiyah tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Plampangrejo Banyuwangi dipulangkan ke kampung halamannya pada hari Kamis pekan lalu (8/5) setelah mengalami koma selama 8 bulan di Taiwan. Sihatul saat ini menjalani perwatan lanjutan di RSUD Blambangan Banyuwangi dengan ditanggani 9 perawat dan 8 dokter spesialis.

Sihatul diduga dipukul dengan benda tumpul oleh majikannya hingga tak sadarkan diri. Ia dibawa ke UGD RS Chi Mei Medical Centre di Liouying. Hasil diagnosa resmi membuktikan terjadi luka di bagian belakang kepala akibat benturan benda tumpul.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Jokowi Perintah Menkes Segera Tetapkan Kriteria Pembatasan Sosial Berskala Besar