Dinsos NTB: Stok Makanan Siap untuk Sepekan

KBR, Mataram - Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil (Disosdukcapil) Provinsi Nusa Tenggara Barat telah menyalurkan logistik kepada korban letusan Gunung Sangeang di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima.

NUSANTARA

Sabtu, 31 Mei 2014 18:01 WIB

Author

Zainudin Syafari

Dinsos NTB: Stok Makanan Siap untuk Sepekan

sangeang, makanan, bima, Bachruddin

KBR, Mataram - Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil (Disosdukcapil) Provinsi Nusa Tenggara Barat telah menyalurkan logistik kepada korban letusan Gunung Sangeang di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima.


Kepala Dinas Disosdukcapil NTB, Bachruddin mengatakan, logisktik yang dikirim berupa beras dan makanan instan. Selain itu, tim Tanggap Bencana (Tagana) NTB juga sudah berada di lokasi kejadian dan membuat dapur umum.


“Mereka membuka dapur umum tetapi tidak ada pengungsi karena warga masyarakat tetap tinggal di rumahnya masing-masing. Dapur umum itu kita perlukan karena kita membantu masyarakat tidak masak. Biar mereka mengurus rumahnya yang terkena abu itu,” kata Bachruddin di Mataram, Sabtu (31/5).


Kepala Dinas Disosdukcapil NTB, Bachruddin mengatakan, logistik yang disalurkan diperkirakan cukup sebagai persediaan makanan selama satu minggu kedepan. Jika kurang, pihaknya masih memiliki persediaan di salah satu gudang di Kabupaten Dompu. Dia mengatakan, kondisi di lapangan saat ini sudah relatif aman. Sebanyak 135 warga yang bertani dan berladang di bawah kaki Gunung Sangeang telah dievakuasi ke kampung halamannya.


Jumat sore kemarin, Gunung Sangeang di Bima meletus. Asap letusan mencapai ketinggian hingga 3.000 meter dan terbawa angin hingga ke Kota Bima yang berjarak sekitar 70 kilometer. Saat ini Gunung Sangeng berstatus Siaga. BMKG menyatakan warga dilarang mendekat hingga radius 1,5 kilometer dari kawah gunung.



Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tambahan Anggaran COVID-19 untuk Pemulihan Ekonomi