Bagikan:

Alasan Gubernur Sumbar Minta Lansia Tunda Umrah

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meminta jemaah lansia yang akan umrah menunda keberangkatan ke tanah suci. Hal ini, mengingat setiap hari pasien suspect virus korona sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) yang dirawat di ruang isolasi RSUP M. Jami

NUSANTARA

Senin, 12 Mei 2014 17:15 WIB

Author

Zulia Yandani

Alasan Gubernur Sumbar Minta Lansia Tunda Umrah

Gubernur Sumbar, Lansia, Tunda Umrah

KBR, Padang - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meminta jemaah lansia yang akan umrah menunda keberangkatan ke tanah suci.

Hal ini, mengingat setiap hari pasien suspect virus korona sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) yang dirawat di ruang isolasi RSUP M. Jamil Padang semuanya berusia lanjut. (Baca: Antisipasi Pasien MERS, Ruangan Isolasi Disiapkan)

Pasien inisial Z, N, N, SH, dan SY usai umrah, berusia lanjut, mengeluhkan sesak nafas, demam tinggi, batuk, dan hilang nafsu makan sebagai gejala pasien suspect  MERS.

Selain meminta lansia menunda keberangkatan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meningkatkan koordinasi dengan pihak biro pemberangkatan (travel) umrah. Dinas Kesehatan diminta untk lebih aktif “jemput bola” dan melaporkan setiap saat perkembangan pasien suspect MERS di Sumbar.

"Kita selalu berkordinasi dg para travel, dinas (pun) harus aktif. Kita selalu kontrol perkembangan MERS di Sumbar. Untuk lansia diminta menunda umrah. Sementara di Bandara International Minangkabau belum ada kesiapan alat untuk mendeteksi suhu tubuh. Sementara pihak RSUP M. Jamil harus menambah persiapan tempat tidur karena pasien suspect terus bertambah," kata Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, Senin (12/5).

Sebelumya, Juru Bicara RSUP M Jamil Padang, Gustafianof mengatakan, pihak rumah sakit telah menyediakan ruang isolasi penyakit dalam di lantai tiga dengan 8 tempat tidur.

Sementara, hari ini, sudah 5 pasien suspect MERS dirawat di ruang isolasi ini. Setiap hari, RSUP M. Jamil menerima satu hingga dua pasien suspect MERS.

Editor: Anto Sidharta

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio

Most Popular / Trending