Ahok: Bus Buatan Swedia Lebih Baik Ketimbang Buatan Cina

KBR, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta menyebut bus Transjakarta buatan Swedia lebih berkualitas dibanding buatan Cina.

NUSANTARA

Kamis, 08 Mei 2014 14:43 WIB

Author

Ade Irmansyah

Ahok: Bus Buatan Swedia Lebih Baik Ketimbang Buatan Cina

bus transjakarta, scania swedia, scania, dki jakarta, basuki tjahaja

KBR, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta menyebut bus Transjakarta buatan Swedia lebih berkualitas dibanding buatan Cina.

Pelaksana Tugas Harian Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, bus Scania buatan Swedia diyakini lebih mampu menarik minat warga pengguna kendaraan pribadi untuk beralih ke moda tersebut. Dalam uji coba bus tersebut, Ahok menilai bus Scania lebih nyaman dan aman. Ahok optimistis pengunaan bus tersebut bisa mengurangi insiden bus terbakar akibat kebocoran gas.(Baca: Bus Asal Swedia Gantikan TransJakarta)

“Itu otomatis, anda kalau beli Toyota atau Kijang juga sama kan. Nah yang peling penting adalah perhatian supirnya, bagaimana cara bawanya yang baik, makanya supirnya nanti kita kasih 3,5 UMP standart kami, supaya anda betul-betul baik, kalau anda tidak baik maka akan kami pecat. Suspencynya saja itu sudah pakai elektronik loh, ini yang mengatur penumpang ada berapa mau dibanting berapa itu sudah diatur, ini sudah kaya Land Rover. Harganya lebih mahal pak? Tidak samai dua kali harga bis cina,” ujarnya kepada wartawan pada saat pameran bis Scania asal Swedia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama menambahkan, dengan bus Scania operator Transjakarta tinggal menggunakannya saja. Pasalanya, kata dia, semua perawatan bus akan dilayani oleh perusahaan yang memproduksi bus tersebut.

Meski begitu pemprov DKI Jakarta tidak akan berpatok pada bus Transjakarta asal Swedia. Pemprov masih membuka peluang bagi merk bus lain yang berencana ikut tender dalam pengadaan bus tersebut selama spesifikasi dan harga sesuai standart dari pemerintah DKI Jakarta.


Editor: Rony Rahmatha

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17