Vaksin Polio Langka di DIY, Imunisasi Bayi Ditunda Sebulan

Vaksin polio saat ini susah didapatkan di puskesmas dan rumah sakit di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Akibatnya bayi yang akan diimunisasi harus menunggu terlebih dahulu alias inden.

NUSANTARA

Jumat, 03 Mei 2013 13:26 WIB

Author

Radio Star Jogja FM

Vaksin Polio Langka di DIY, Imunisasi Bayi Ditunda Sebulan

vaksin polio, DIY

KBR68H, Yogyakarta- Vaksin polio saat ini susah didapatkan di puskesmas dan rumah sakit di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Akibatnya bayi yang akan diimunisasi harus menunggu terlebih dahulu alias inden.

Pemberian vaksin polio di Jogja terpaksa ditunda sekitar satu bulan ke depan menyusul kelangkaan vaksin. Kepala Puskesmas Wirobrajan, Iva Kusdyarini mengaku  terpaksa menghemat stok vaksin 2012 yang masih tersisa.

Selama empat bulan ini Puskesmas terpaksa melakukan efisiensi penggunaan salah satunya dengan pemberian vaksin yang hanya dipusatkan di satu tempat dan sekali dalam sebulan.

Selain itu vaksin-vaksin yang ada di rumah sakit maupun bidan-bidan swasta juga diambil untuk diberikan di Puskesmas. Puskesmas Wirobrajan juga sempat kedatangan anak balita dari kabupaten lain yang daerahnya kehabisan stok.

Setiap tahun rata-rata Puskesmas ini membutuhkan 40 botol vaksin yang satu botolnya bisa untuk 11 anak balita. “Vaksin yang sudah kami berikan di pihak swasta kami minta lagi dan itu bisa untuk sampai akir bulan kemarin. Sekarang sudah kosong,” ucap dia.

Senada Koordinator KIA Puskesmas Umbulharjo I Endang menerangkan pihaknya sempat membatasi pemberian vaksin hanya empat botol dalam sekali pelayanan.

“Kami imbau warga untuk bersabar dan jangan khawatir, karena penundaan yang diperkirakan satu bulan ke depan tidak terlalu berpengaruh pada pemberian vaksi,” ungkap dia.

Sumber: Radio Star Jogja FM

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rawan Kriminalisasi Kelompok Rentan, Aktivis Minta RKUHP Ditolak