Bagikan:

UGM Raih Juara di Kompetisi Mobil Berbahan Bakar Alternatif

Tim Mahasiswa UGM meraih gelar juara dalam kompetisi inovasi mobil berbahan bakar alternatif antarmahasiswa perguruan tinggi yang dilaksanakan di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, 3-5 Mei lalu. B

NUSANTARA

Selasa, 07 Mei 2013 17:39 WIB

UGM Raih Juara di Kompetisi Mobil Berbahan Bakar Alternatif

UGM, juara, mobil bahan bakar alternatif

Tim Mahasiswa UGM meraih gelar juara dalam kompetisi inovasi mobil berbahan bakar alternatif antarmahasiswa perguruan tinggi yang dilaksanakan di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, 3-5 Mei lalu.

Bobby nugroho wicaksono selaku ketua tim manajerial menjelaskan bahwa tim dari UGM mengirimkan tiga mobil, dan semuanya menjadi juara. Tiga mobil buatan mahasiswa UGM tersebut diantaranya Subali 4, Anjani 1 dan Sugriwa 3 yang berhasil menyabet masing-masing juara 1, juara 3 dan juara favorit. Tim Chem-E-Car UGM yang beranggota 29 orang ini berhasil menyisihkan 7 tim dari perguruan tinggi lainnya seperti ITS, UI dan Politeknik Negeri Bandung.

Penilaian dalam perlombaan ini tidak hanya ditekankan pada kemampuan mengembangkan inovasi mobil dalam memanfaatkan bahan bakar alternatif, namun juga pada kemampuan mobil dalam mengatur presisi bahan bakar.

Mobil Subali 4 adalah mobil yang memanfaatkan bahan bakar dari hasil proses reakasi kimia Hidrogen Peroksida dengan katalis Kalium Iodida (KI) untuk bisa menghasilkan oksigen. Kemudian gas oksigen ini dimanfaatkan menggerakkan piston agar mobil bisa melaju. “ Subali mampu menempuh jarak lintasan sejauh 22 meter dengan hanya memanfaatkan 120 ml larutan hidrogen peroksida,” kata Bobby.

Menurut Bobby, salah satu keunggulan Hidrogen Peroksida adalah sebagai salah satu bahan bakar alternatif dibandingkan dengan oksidator lain karena sifatnya yang ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya. Bahkan kekuatan oksidatornya pun dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. “Bisa menjadi alternatif bahan bakar karena bisa terurai menjadi oksigen yang mampu menggerakan piston mobil dengan sistem pneumatik,” ujarnya.

Bobby menerangkan bahwa persiapan yang dilakukan untuk mengikuti perlombaan ini membutuhkan waktu sekitar 4 bulan riset dan rekonstruksi mobil inovasi mereka. Adapun biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu mobil berkisar Rp 3j uta hingga Rp 4 juta. Rencananya, akhir September 2013 mereka akan mengikuti perlombaan yang sama tingkat internasional yang diadakan Universitas Queensland, Australia.

Sumber: radio Unisi Yogya

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua